Anti Mati Gaya Fotografer Semarang

- Minggu, 31 Mei 2020 | 00:01 WIB

PANDEMI Covid-19 telah mengurung raga, tapi sebenarnya banyak yang tak mau ”erpenjara” di rumah saja. Orang-orang ingin terus bergerak, berkarya, melakukan sesuatu yang berguna untuk dirinya dan orang lain. Ya, dengan alasan tak mau mati gaya, anak-anak foto Semarang kemudian rutin menggelar Photography From Home. Inilah gaya mereka, terus eksis di jalur virtual.

Apa itu Photography From Home? Sebuah program fotografi yang dikemas secara virtual. Ini tak melulu terkait workshop atau seminar yang dilakukan dalam jaringan (daring), tapi ada juga sesi pemotretan meski semuanya dilakukan secara online. Kegiatan tersebut digawangi oleh Forum Fotografi Semarang, sebuah wadah yang berisi komunitas-komunitas fotografi di Semarang. Sejak diberlakukan pembatasan-pembatasan pertemuan fisik, forum tersebut telah menggelar lebih dari 25 kegiatan Photography From Home. Dengan memakai aplikasi zoom, mereka membahas dan melakukan apa saja lewat jalur itu. Pandemi memang telah memporakporandakan tatanan kehidupan, akan tetapi kata Andi Sportax, pengelola Forum Fotografi Semarang, ‘’Kami tak ingin mati gaya. Lewat ruang virtual, kami tetap ingin memberikan sumbangsih tentang fotografi kepada masyarakat luas.’’

-
Caption

Yang dibahas di forum ini tak melulu kegiatan yang ada di Semarang, tapi juga di tingkat nasional. Karena itu, banyak ‘’orangorang penting’’ di jagat fotografi yang dihadirkan di pertemuan virtual tersebut. Pesertanya pun tak melulu dari lokal Semarang. ‘’Dari Aceh hingga Papua, ikut hadir di Photography From Home. Ini luar biasa, meski kita di rumah saja, bisa tersambung kemana saja,’’kata Andi. Dulu, sebelum ada imbauan stay at home, fotografer Semarang yang tergabung dalam berbagai komunitas memang kerap menggelar kegiatan pertemuan fisik. Hampir tiap akhir pekan, di setiap sudut Kota Semarang banyak dijumpai fotografer yang bersama-sama beraktivitas. Ada pemotretan model, prewedding-wedding, hunting street photography, macro, hunting urban life, landscape, human interest, drone photography dan sebagainya. Mereka yang suka indoor pun kerap menggelar kegiatan, seperti workshop fotografi, pemotretan fashion di panggung atau studio, food photography, lomba pemotretan indoor, dan sebagainya. Namun, sejak pandemi covid-19, segalanya berubah. Mereka ‘’dipaksa’’masuk dalam ruang virtual. Tak ada lagi pertemuan fisik. Semua menghindari ‘’berkumpul’’. Orang-orang diajak asyik dengan gawai, laptop, monitor komputer, dan piranti-piranti komunitasi virtual lainnya.

Fotografi pun ikut masuk dalam arus kenormalan baru. Meski interaksi sosial berkurang, fotografer di Semarang tak mau kehilangan kreativitas, tak ingin semangat berkarya mereka menguap. Meski diminta stay at home, mereka tak ingin terseret dalam arus ‘’rebahan di rumah saja’’. Ya, pandemi korona tidak lantas membuat industri fotografi dalam posisi sulit. ‘’Lewat pertemuan virtual, kami tetap berkarya,’’ kata Andi. MenurutAndi, Photography From Homemerupakan program yang mengikuti imbauan pemerintah untuk stay at home, dengan tujuan memutus penyebaran virus korona. ‘’Meski di rumah saja kami harus tetap kreatif dan produktif. Lewat program ini, kami ingin berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat, khususnya pecinta fotografi Indonesia, yang mungkin terdampak pandemi ini,’’kata dia.

Vendor

Photography Form Home didukung sejumlah vendor, antara lain Earbay Signature Publishing, Sportax Adv, Bursa Kamera Semarang, dan Fedrigoni South East Asia. Lewat program itu teman-teman fotografer Semarang antara lain menggelar sharing model photography dan photo editing oleh Benny BMU, street food photography oleh Marrysa Tunjung Sari, travel photography dan best light & composition oleh Ranar Pradipta, photography tours oleh Raiyani Muharramah. Ada juga bedah buku foto ‘’My Flat World’’oleh D Agung Krisprimandoyo.

Mereka juga menghadirkan Yulianus Landung untuk berbicara industrial & corporate photography, Wahyu Saputro yang berbicara smartphonegraphy, Agus Nonot Suprianto yang berbicara tentang good eye on the street. Penggemar drone juga diberi ruang di forum itu dengan menghadirkan Widhi Rennova, dengan topik aerial photography. Sementara itu, Rahman Hakim dalam kesempatan tersebut juga berbagi tips memotret furniture. Forum Fotografer Semarang juga ikut urun rembug tentang pariwisata Kota Semarang terutama dilihat dari sudut pandang fotografer. Lewat Photography From Home mereka menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, Ketua Pelaksana Komite Kreatif Kota Semarang Eko Aribowo, CEO Depo Ide Adam Muda, dan Rahman Hakim dari Komunitas Fotografer Semarang.

Pengalaman-pengalaman fotografer selama hunting di pelosok Indonesia juga dihadirkan di program tersebut, seperti Roynaldi Irfak yang berbagi pengalaman lewat ‘’Menengok Keindahan Mutiara dari Timur’’. Lewat zoom meeting class, Photograpy From Home juga menghadirkan ‘’The Power of Photography’’, dengan pembicara Roy Genggam (fotografer professional), Eky Tandyo (fotografer professional), Evi Aryati Arbay (penulis dan penerbit), Liz Dewajanti (Pembina komunitas fotografer BRI), Tirto Andayanto (pengajar fotografi di IKJ), Lealy Indah Lestari (penulis, fotografer), Taufan Wijaya (penulis, jurnalis, fotografer).

Dalam kesempatan yang lain, mereka juga menghadirkan lagi Roy Geggam untuk berbicara tentang kekuatan imajinasi dalam fotografi. Juga Eky Tandyo dalam creating a legacy project, Evi Aryati Arbay dan Liz Dewajanti yang berbicara dalam tema voice from two. Adapun Tirto Andayanto berbicara tentang bisnis fotografi dan Taufan Wijaya berbicara tentang melek visual. ‘’Dari satu class ke class lainnya, pesertanya selalu membludak. Bisa dikatakan ini merupakan energi positif untuk perkembangan fotografi di Indonesia,’’kata Andi. Pengalaman-pengalaman fotografer dihadirkan lewat pertemuan virtual tersebut. Pengalaman memotret gempa di Palu, misalnya, mereka menghadirkan Josua Marunduh. Dihadirkan pula pengalaman saat memotret wanita-wanita yang bekerja di dunia ‘’esek-esek’’, seperti yang dilakukan Yuyung Abdi lewat photo story prostitusi.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Tips Aman dan Nyaman Lakukan Perjalanan di Jogja

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:00 WIB

Ini 5 Destinasi Wisata di Temanggung yang Bikin Kangen

Sabtu, 25 September 2021 | 15:50 WIB
X