• KANAL BERITA

Nglimut, Jangkar Pariwisata Kendal

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

PERMANDIAN  air panas Citra Asri di Nglimut, Kendal, Jateng kini semakin menjadi daya tarik wisatawan, bukan hanya dari Jateng, juga yang asal Jakarta, Jabar dan Jatim sudah mulai mengenal objek ini. Kawasan yang berada di sisi utara Gunung Ungaran tersebut telah tertata apik, sehingga bisa saja dijadikan ‘’jangkar’’ oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan objek lain di sekitarnya, terutama jalur perbukitan di sisi selatan Kendal.

Kebetulan objek ini juga terkoneksi dengan kawasan  Bandungan yang selama ini sudah terkendal sebagai daerah wisata pegunungan. Awalnya, objek ini memang mengandalkan permandian air panas, namun dalam perkembangannya sudah dikelola secara semimodern.

Objek permandian air panas di Jateng memang tak banyak, karena yang kini terkenal hanya ada di Baturraden (Banyumas) dan Guci (Kabupaten Tegal). Dalam upaya mengembangkannya, bukan hanya fasilitas permadian air panas yang digarap oleh pengelola, namun juga dilengkapi berbagai objek, termasuk taman rekreasi, ruang permainan anak, kawasan kuliner, dan yang sedang ngetren adalah spot selfie.

Ya, untuk arena permainan sejenis, wisatawan Jateng tidak lagi harus pergi ke Bali Swing yang sudah menjadi jujukan wisatawan mancanegara di daerah Ubud, Gianyar, Bali. Berbagai jenis spot selfie sudah dibuat pengelola Citra Asri. Seperti yang disebutkan oleh Arif H, salah seorang pengelola di kawasan itu, pihaknya membangun banyak tempat swafoto berupa sepeda di udara, ayunan tinggi yang cukup ekstrem, ‘’karpet terbang’’ dan lainnya.

Ini merupakan tuntutan konsumen, khususnya para remaja yang telah memanfaatkan perkembangan teknologi fotograpi handphone yang kini sudah semakin canggih. ‘’Kami hanya ingin memuaskan pengunjung dan ikut membangun dunia kepariwisataan daerah ini,’’ katanya.

Terus Berkembang

Satu hal yang mungkin berbeda dengan objek lain adalah, pihak pengelola mengijinkan pengunjung membawa makan masuk ke kompleks tempat hiburan itu. Banyak sekali kelompok-kelompok arisan, pengajian, dan komunitas remaja yang datang untuk menggelar pertemuan di sini. "Mereka bawa makanan sendiri, dan datang hanya bayar tiket masuk," katanya sembari menambahkan, bahwa pihaknya lebih banyak menjaring pengunjung kelas mengengah ke bawah.

Citra Asri ternyata terus berkembang. Betapa tidak? Ingin bersenang-senang bersama keluarga, di sini tersedia pemancingan, kafe, taman bunga, kolam renang air panas, kolam renang air dingin, camping ground, arena bermain anak-anak dan lainnya. Bahkan jika ingin naik sedikit bisa melihat Goa Jepang, tracking di sela-sela kebun teh Medini, juga bisa berkemah di sela-sela pohon  aren dan tumbuhan lain atau pergi ke objek sumber air panas.

Untuk menjangkau objek ini tidak terlalu sulit. Banyak jalur yang bisa dilalui. Misalnya dari pertigaan Tambagan (jalur Semarang –  Gunungpati –  Cangkiran), bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 - 20 menit. Kalau dari Semarang jangkauannya tak lebih dari satu jam perjalanan. Rute bisa melalui Semarang – Mijen – Cangkiran – Ngabean – Gonoharjo.  Dari Bandungan bisa melewati Sumowono, Limbangan, Boja, Gonoharjo. Jarak tempuh tak lebih dari 12 km.

Ya, jejaring objek wsiata di seputar Gunung Ungaran memang sudah terbangun baik.  Ini tentu menguntungkan wisatawan yang ingin menikmati liburan seharian. Bagi warga perkotaan, objek wisata alam seperti ini menjadi salah satu tempat favorit dalam mengisi liburan bersama keluarga.

Untuk pergi ke Ngimut, sebaiknya pagi hari atau sore. Karena di lokasi yang memiliki ketinggian sekitar 400 – 450 di atas permukaan laut (dpl), selain udara segar, angin semilir tentu memberi nuansa kenikmatan alam sejati. Jika datang pagi, saat sampai di lokasi sinar mentari menghangatkan tubuh. Paling tidak jika cuaca terang, kita dapat melepas pandangan jauh ke bawah, menimati siluet laut Jawa yang membiru. 


(I Nengah Segara Seni/CN26/SM Network)