• KANAL BERITA

Hingga 2021, Dafam Akan Selesaikan Delapan Proyek Hotel

PERTUMBUHAN HOTEL: Presdir PT Dafam Property Indonesia Billy Dahlan (kiri) dan istri bersama dengan CEO PT DHM Andhy Irawan di sela gathering bersama karyawan di Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (9/2). (suaramerdeka.com / Modesta Fiska)
PERTUMBUHAN HOTEL: Presdir PT Dafam Property Indonesia Billy Dahlan (kiri) dan istri bersama dengan CEO PT DHM Andhy Irawan di sela gathering bersama karyawan di Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (9/2). (suaramerdeka.com / Modesta Fiska)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dafam Group terus memacu pertumbuhan pengelolaan hotel yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Setelah 23 hotel yang sudah existing, PT Dafam Hotel Management (DHM) segera menyelesaikan sekitar delapan proyek hotel lagi sampai dengan akhir tahun 2021.

CEO PT Dafam Hotel Management (DHM) Andhy Irawan mengungkapkan, salah satu yang akan diselesaikan ini adalah hotel berkonsep resort dan villa di dekat obyek wisata Guci Tegal. Potensi wisata dan kemudahan akses yang didukung infrastruktur jalan tol diharapkan bisa memacu perekonomian di wilayah tersebut.

"Ada delapan proyek yang sudah MoU dan Management Agreement diharapkan seluruhnya akhir 2021 bisa operasional. Menunggu ada banyak penawaran tetapi kami memang betul-betul selektif dalam memilih proyek,'' ujar Andhy yang ditemui di sela gathering karyawan Dafam Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (9/2).

Hadir dalam kesempatan tersebut Presdir PT Dafam Property Indonesia Billy Dahlan serta jajaran direksi Dafam Group dan karyawan. Selain proyek resort di Guci, DHM juga segera menyelesaikan hotel di Tabalong Kalimantan Selatan, Purwokerto, Kota Semarang, Bandungan Kabupaten Semarang, Kulonprogo Yogyakarta, Malang, dan juga di Thamrin Jakarta yang segera selesai semester I/2020.

Proyek hotel di Semarang merupakan mix used hotel bintang empat plus, restoran, lifestyle dan coworking space yang terintegrasi. Dengan jumlah kamar sekitar 60 unit, diharapkan properti baru ini nantinya bisa mengakomodasi kebutuhan tamu yang singgah di Kota Semarang. "Akan ada di daerah Rinjani Semarang yang akan kita bangun terintegrasi untuk mix used hotel bintang empat dengan coworking space dan lifestyle," paparnya.

Menurutnya, secara umum pertumbuhan dari pengembangan hotel ini mencapai 20 persen. Bahkan dari delapan properti yang akan dikelola ini, salah satunya juga merupakan investor dari hotel Dafam yang ada di Surabaya.

''Growth-nya secara umum rata-rata 20 persen dan kami optimistis ke depan akan lebih baik. Ini terbukti dari salah satu investor di properti yang sudah existing di Surabaya juga berinvestasi lagi di salah satu hotel yang sedang kami selesaikan sampai akhir 2021,'' tegas Andhy.


(Modesta Fiska/CN26/SM Network)