• KANAL BERITA

Semarang Kota Wisata Terbersih se-Asia Tenggara

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kota Semarang akhirnya berhasil mendapat penghargaan terbaik sebagai Kota Wisata Terbersih se-Asia Tenggara (ASEAN Clean Tourist City Standart). Penghargaan tersebut diberikan di Brunei Darussalam, Kamis (16/1), dan Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan yang diraih Semarang ini sekaligus memupus harapan kota tujuan wisata lainnya seperti Denpasar, Jogja, Bandung dan masih banyak lagi untuk mendapatkan hal serupa.

Selama dua tahun ke depan hingga 2020, penghargaan ini akan menjadi milik Semarang. Sekaligus juga tantangan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas bersih di kota ini.

Gerakan Semarang Wegah Nyampah, larangan penggunaan sedotan plastik, kantong plastik juga menjadi penyumbang terbesar diraihnya predikat Kota Terbersih. Masih normalnya emisi gas buang dari kendaraan serta keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang mencapai lebih dari 30 persen dari total wilayah, menjadi kunci sukses lainnya.

Sebagai satu-satunya kota yang meraih predikat Clean Tourist City, Semarang memang jauh lebih ramah dari polusi udara dan sampah. Kebersihan dan kenyamanannya juga selalu terjaga dengan baik.

Foto: suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo
Foto: suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo

Tak heran, di 2019 lalu, sekurangnya 7,2 juta wisatawan berkunjung ke Kota Loenpia tersebut. Karenanya di tahun ini diharapkan jumlah kunjungan juga meningkat tidak cuma dari kuantitas, namun juga kualitas.

“Kami akan lebih fokus pada peningkatan kualitas tidak sekadar kuantitas kunjungan wisawatan untuk menggenjot bergulirnya roda perekonomian warga dari sektor wisata,” terang Kadisbudpar Indriyasari.

Iin, panggilan akrab Kadisbudpar optimis, dengan raihan predikat sebagai Kota Wisata Terbesih se-Asia Tenggara, Semarang akan semakin menjadi tujuan wisata di tanah air. Selain itu, keberadaannya juga tidak akan dianggap remeh dalam dunia pariwisata Indonesia demi menyumbang devisa yang lebih banyak dari sektor ini.

Seperti diketahui, lama tinggal wisatawan di Semarang hanya sekitar satu atau dua hari. Karenanya, dengan adanya peningkatan kualitas, lama tinggal, jumlah belanja dan pengeluaran wisatawan serta kualitas kunjungan mereka juga diharapkan naik.

Sebanyak 72 agenda wisata juga telah disusun sepanjang 2020 ini. Dua di antaranya yakni Arak-arakan Sam Poo dan Festival Kota Lama, telah masuk dalam 100 agenda wisata paling menarik untuk dikunjungi di Indonesia.


(Red/CN40/SM Network)