• KANAL BERITA

Datang dari Berbagai Latar Belakang dan Usia, Resmi Berbadan Hukum

Komunitas Fotografi Aviasi Indonesia (KFAI)

PLANESPOTTING: Para spotters tengah menggelar kegiatan planespotting di salah satu bandara. (suaramerdeka.com / dok KFAI)
PLANESPOTTING: Para spotters tengah menggelar kegiatan planespotting di salah satu bandara. (suaramerdeka.com / dok KFAI)

FOTOGRAFI aviasi (plane spotting) merupakan salah satu bidang fotografi dengan objek utamanya secara khusus adalah pesawat terbang dan dunia aviasi secara umum. Bidang fotografi yang masih relatif baru di Indonesia dan memiliki tantangan tersendiri karena objek utamanya yaitu pesawat terbang sulit untuk diarahkan (directing) oleh sang fotografer.

Penggiat fotografi aviasi ini di Indonesia datang dari berbagai latar belakang dan usia. Utamanya mereka sebagian besar memang memiliki minat dan kesukaan dengan pesawat terbang. Fotografer aviasi yang berburu objek pesawat terbang (plane spotting) sering disebut dengan plane-spotter.

Berbeda dengan perkembangan plane-spotter di luar negeri yang lebih dahulu berkembang, perkembangan plane spotter di Indonesia masih relatif baru dan belum mendapat pengakuan secara sah (legal) atas aktivitas tersebut.

Adalah Benny Radja JH Manurung seorang plane-spotter senior di Indonesia yang sekaligus berprofesi sebagai Pengacara sehari-harinya, menggagas untuk membentuk komunitas fotografer aviasi Indonesia yang berbadan hukum.

"Saat melakukan aktivitas plane spotting masih harus berhadapan dengan lingkungan yang belum ramah dengan para plane spotter, misalnya Aviation Security yang masih mengganggap bahwa aktivitas plane spotting dianggap bisa membahayakan dunia penerbangan, pihak pengelola Bandar udara di Indonesia yang masih belum memfasilitasi kegiatan plane spotting, dan pihak lain yang masih menganggap bahwa plane spotting adalah membuang-buang waktu," kata dia.

Selama ini kegiatan plane spotting dianggap membahayakan dan belum memiliki payung hukum, sementara yang dilakukan para plane-spotter adalah memfoto pesawat terbang dengan cara melacak (tracking) trafik pesawat terbang saat akan mendarat atau lepas landas dari aplikasi di smartphone yaitu “Flightradar24” tanpa maksud untuk mengganggu dunia penerbangan.

BERAKSI: Para Spotter saat beraksi pesawat terbang yang tengah melintas. (suaramerdeka.com / dok KFAI)

Pengesahan Kemenkumham

Penandatanganan akta pendirian Komunitas Fotografer Aviasi Indonesia yang kemudian disingkat dengan KFAI dilakukan perwakilan Pengurus dan Pengawas KFAI yaitu Benny Radja JH Manurung, Ira Purwitasari, dan Yudhie Setiawan serta dihadiri beberapa perwakilan anggota KFAI di hadapan Notaris Dewi Sukardi, SH. pada tanggal 30 November 2019.

Akta pendirian KFAI kemudian memperoleh pengesahan badan hukum dari Kemenkumham SK nomor AHU-0011461.AH.01.07.Tahun 2019 pada tanggal 15 November 2019. Penandatangan akta pendirian KFAI dihadiri beberapa plane spotter yang mewakili semua plane-spotter yang tersebar di beberapa region seluruh kawasan Indonesia.

"Keanggotaan KFAI bersifat suka rela dan terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, memiliki hobi fotografi aviasi, mematuhi seluruh peraturan komunitas, menjunjung tinggi nama baik komunitas dan mengikuti kegiatan anggota Komunitas," kata dia.

PENGURUS: Beberapa pengurus KFAI berkumpul bersama, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / dok KFAI)

Mengutip dari peraturan perekrutan anggota KFAI yaitu Calon anggota mendaftar ke koordinator region KFAI sesuai daerahnya masing-masing di Indonesia, berusia minimal 14 tahun per September 2019, memiliki minat fotografi aviasi, calon anggota diminta untuk menunjukkan bukti minatnya tersebut, misalnya lewat hasil foto aviasinya yang diunggah di media sosial seperti Instagram, dan memiliki minat pada dunia penerbangan.

KFAI berkantor pusat di Go Work Menara Rajawali Ground Floor, Jalan DR Ide Anak Gde Agung, Mega Kuningan Lot #5.1, Jakarta Selatan 12950 dengan alamat email [email protected] Perangkat kepengurusan KFAI dipimpin seorang Ketua, berikut wakil ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Dewan Pengawas. Pengurus pusat mempunyai bidang kerja yang terdiri dari Bidang Sumber Daya Manusia dan Pendidikan, Bidang Hubungan Masyarakat dan Kerjasama, dan Bidang Promosi, Wira Usaha dan Kemandirian.

Saat ini KFAI memiliki 15 region di seluruh wilayah Indonesia dan masing-masing region dikelola oleh seorang koordinator region. Penamaan region juga menyertakan nama kode bandara setempat sesuai dengan IATA (Internatinal Air Transpot Association).

SEBARAN REGION: Persebaran region KFAI di Indonesia. (suaramerdeka.com / instagram KFAI)

"Hasil tracking di aplikasi Flight Radar tersebut digunakan sebagai acuan saat berburu objek foto pesawat terbang karena tempat (spot) untuk memfoto pesawat terbang hanya bisa dilakukan sekitar area Bandar udara. Untuk lokasi (spot) saat ini masih dicari secara mandiri oleh para para spotter. Diupayakan lokasi untuk memotret tidak membahayakan secara umum maupun bagi plane spotter yang bersangkutan," tandas Benny.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)