• KANAL BERITA

Menikmati Pedasnya Mi Ayam Bumbu Bali

Mie Ayam Bumbu Bali dengan Sate Telur Puyuh. (suaramerdeka.com / Hendra Setiawan)
Mie Ayam Bumbu Bali dengan Sate Telur Puyuh. (suaramerdeka.com / Hendra Setiawan)

MI Ayam merupakan salah satu makanan yang banyak di jumpai di Indonesia termasuk Kota Semarang. Mi aya merupakan turunan makanan khas Tiongkok yakni bakmi. Di sana, bakmi dibuat dari tepung terigu dan disajikan dengan kuah terpisah. Di atas mi biasanya ditambahkan lauk berupa potongan daging berbumbu serta sayuran. Daging yang umumnya digunakan di Tiongkok adalah daging babi. Namun, saat "hijrah" ke Indonesia melalui hubungan perdagangan, bakmi berubah menyesuaikan lidah lokal.

Dalam perkembangannya daging babi diganti dengan daging ayam yang disemur kecap. Ini karena mayoritas kerajaan kuno Nusantara merupakan kerajaan Islam. Bahkan, variannya semakin kaya. Ada Mi Yamin (Mi ayam tanpa kuah) Mi Ayam Bandung (Kuah terpisah) dan yang paling banyak dijumpai di beberapa tempat, yakni Mi Ayam Wonogiri.

Sejak beberapa tahun belakangan, muncul juga mi ayam varian baru, yakni Mi Ayam Bumbu Bali. Penasaran dengan rasanya, maka bisa datang di Jalan Suyudono Nomor 70, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan. Warung milik Suciati ini buka setiap hari dari pukul 10.00 sampai pukul 20.00.

Selain Mi Ayam Bumbu Bali, ada beberapa pilihan di sana, yakni Mi Ayam Biasa, Mi Ayam Bakso, dan Mi Ayam Jamur. Tentunya rasa penasaran itu datang saat membaca Mi Ayam Bumbu Bali. Karena varian lain sudah sering dirasakan dan ada di mana -mana. ''Mi Ayam Bumbu Bali satu, es teh satu,''.

Butuh kesabaran, karena saat datang, penjual harus melayani enam pembeli yang sudah mengantre terlebih dulu. Sambil menunggu pesanan datang, mulut berkunyah-kunyah dulu dengan kerupuk yang ada di meja. Tepat saat kerupuk habis, pesanan pun datang. Tampilannya tak jauh berbeda dengan Mi ayam pada umumnya yang dijual dengan gerobak di kampung-kampung. Namun, saat dilihat lebih detail, semur daging ayamnya berwarna kemerahan. Biasanya gading ayam disemur kecap.

Cocok untuk Pecinta Pedas

Saat dicoba, gading ayamnya berasa agak pedas, padahal belum ditambah sambal. Bagi para pecinta pedas, cocok bila makan Mi Ayam Bumbu Bali ini. Ada rasa kencur, jahe, isen atau lengkuas, serta kunyit yang menjadi ciri khas bumbu bumbu masakan bali.

Untuk mi nya biasa saja, seperti yang lain, agak kenyal. Dilengkapi juga dengan sayur sawi yang melengkapi mi tersebut. Bagi yang suka manis, bisa menambahkan kecap, karena mi ayam ini memang sedikit asin. Jangan lupa menambah acar agar semakin segar.

Pemilik warung, Suciati mengatakan, bahwa bumbu bali ini ditemukan sejak dua tahun lalu. Saat itu dia mengikuti lomba masak dan menang dengan bumbu bali ini. Hingga saat itu resep tersebut terus digunakan. Pembeli pun banyak yang kepincut dengan varian tersebut.

''Ini bukan benar-benar bumbu dari bali. Hanya saja rempah-rempahnya mirip bumbu bali. Rempahnya jauh lebih banyak. Saya menemukan resep ini saat ikut lomba masak. Saat ini masih terus saya gunakan,'' ujar Suciati yang sudah berjualan Mi Ayam sejak 1989 itu.


(Hendra Setiawan/CN26/SM Network)