• KANAL BERITA

Bersama BOB, Tiga Pemkab Perkuat Sinergi demi Gelang Projo

SINERGI: Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita foto bersama dengan perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, Purworejo dan Kulon Progo usai acara Pencapaian Akhir Tahun 2019 Badan Otorita Borobudur. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
SINERGI: Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita foto bersama dengan perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, Purworejo dan Kulon Progo usai acara Pencapaian Akhir Tahun 2019 Badan Otorita Borobudur. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

BANTUL, suaramerdeka.com - Diinisiasi Badan Otorita Borobudur (BOB), pemanfaatan potensi wisata kawasan sekitar Candi Borobudur terus digenjot. Termasuk bersama tiga pemerintah kabupaten (Pemkab) yakni Kulonprogo, Kabupaten Magelang dan Purworejo yang terus bersinergi dalam pengembangan kawasan Gelang Projo (Magelang, Kulon Progo dan Purworejo).

“Kawasan sekitar Borobudur itu sangat luas potensinya untuk terus dikembangkan.  Garapan kami saja ada 309 hekatar. Makanya kami terus memperkuat sinergi bersama tiga pemda di sekelilingnya agar kawasan Gelangprojo benar-benar bisa terwujudkan,” jelas Direktur Utama (Dirut) BOB Indah Juanita saat memoderatori acara Pencapaian Akhir Tahun 2019 Badan Otorita Borobudur, di Kasihan, Bantul, Selasa (17/12).

Majunya kawasan Gelangprojo, kata Indah, mutlak harus bisa terealiasi. Sebab, kawasan ini sebagai penyangga destinasi utama yaitu Candi Borobudur. “Ketika destinasi utama sudah terbentuk kan perlu dikembangkan kawasan di sekitarnya agar bisa menghasilkan pendapatan. Jika kawasan Gelangprojo itu benar-benar maju maka bisa menambah long of stay wisatawan baik nasional maupun wisatawan mancanegara,” tutur dia.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Niken Probo Laras sepakat dengan hal itu. Pemkab Kulon Progo pun berkomitmen tinggi selalu berkoordinasi dan mensinkronkan hal-hal teknis agar terwujudnya sinergitas menuju Destinasi Wisata Super Prioritas. “Gelang Projo itu terus dipopulerkan untuk skala nasional bahkan internasional” sambung Niken di tempat yang sama.

Desa Penyangga

Untuk mendukung sinergi itu, tutur dia, pihaknya sudah memiliki sejumlah desa penyangga untuk pengembangan Borobudur. Seperti Pagerharjo, Gerbosari, Ngargosari, Jatimulyo dan Argomulyo di mana desa-desa tersebut merupakan desa wisata dengan keunikan masing-masing. “Bahkan kami sudah membangun taman parkir di Pasar Plono untuk memudahkan wisatawan menuju kawasan Deloano yang ada di Purworejo,” paparnya.

Senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo Agung Wibowo. Juga turut hadir dalam acara itu, Agung memastikan bahwa antarinstansi tidak ada persaingan dalam mengelola kawasan Borobudur. “Di tiga kabupaten termasuk BOB dipastikan tak ada persaingan, tapi bersinergi. Destinasi satu daerah itu wajib dipromosikan daerah lain. Kami saling berpromosi. Persaingan hanya dijadikan peningkatan mutu dan kualitas saja,” sambung Agung.

Ada pun Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Nur Supindahwati yang lebih menyoroti agar segera terwujudnya akses yang mudah untuk bisa menembus Borobudur dari kawasan di tiga Pemkab tersebut. “Gelang Projo makin bisa terwujud jika akses menuju kawasan Borobudur makin banyak lagi. Target 2020 nanti harus terbangun empat pintu masuk Borobudur,” tandas dia.


(Gading Persada /CN26/SM Network)