• KANAL BERITA

DAC Rayakan Ulang Tahun di Puncak Gunung Prahu 

MEMBENTUK FORMASI : Anggota DAC membentuk formasi angka 1 dengan mengibarkan bendera, pada acara HUT DAC pertama di Puncak Gunung Prahu, Wonosobo, Minggu (28/10). (Foto suaramerdeka.com/dok)
MEMBENTUK FORMASI : Anggota DAC membentuk formasi angka 1 dengan mengibarkan bendera, pada acara HUT DAC pertama di Puncak Gunung Prahu, Wonosobo, Minggu (28/10). (Foto suaramerdeka.com/dok)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Rasa lelah dan letih terbayarkan setelah melihat matahari terbit dari puncak Gunung Prahu. Sebanyak 85 pendaki dari Djarum Adventure Club (DAC) berkumpul di puncak gunung, merayakan hari ulang tahun sekaligus peringatan Hari Sumpah Pemuda, Minggu (27/10) lalu.

Pagi itu, upacara bendera dilaksanakan, dilanjutkan pemotongan tumpeng. Tak selesai di situ, perayaan setahun beridirnya DAC diteruskan dengan penanaman bibit dan benih di Gunung Prahu. Mengambil dan membawa sampah dari gunung, dengan harapan alam tetap terjaga.

Pembina DAC Vincentius Arvi Oktaviendra menuturkan, pergi mendaki gunung itu mengolah rasa, karena dengan pendakian bersama, rasa suka dan duka ditanggung bersama. Sepanjang perjalanan tetap terkoordinir dengan baik. Ini wujud rasa saling mengasihi sesama rekan kerja.

''Membantu teman yang sakit, serta saling memberi semangat merupakan wujud kebersamaan dan saling mendekatkan antardevisi kerja,'' ujar Arvi.

Djarum Adventure Club didirikan pada 28 Oktober 2018. Ini sebagai wadah perekat keakraban antar-devisi karyawan PT Djarum. DAC tidak hanya sebagai organisasi naik gunung saja, namun juga merawat alam. Caranya dengan penanaman bibit dan benih di Gunung, membawa dan mengambil sampah di gunung.

Pendakian diikuti 85 peserta dari karyawan berbagai departemen PT Djarum. Antara lain RSO Surabaya, RSO Semarang, DSO Pekalongan, DSO Solo, DSO Pati dan Blora. Meeting point di Kantor PT Djarum di Kkudus dan Semarang, untuk Solo dan Pekalongan langsung ke basecamp Kalilembu Gunung Prahu.

''Berangkat dari basecamp Kalilembu pukul 02.00, sampai di puncak pukul 06.00. Kedepannya, teman-teman DAC dapat fokus mencintai alam. Menambah titik titik pembenihan dan pembibitan,'' kata Ketua DAC Chapter Kudus, Agus Satriyo Budi.

Pada 2020, DAC juga akan memulai mengikuti mengurangi limbah plastik. Caranya mewajibkan para anggota dan peserta DAC membawa tambler atau botol minum untuk pengganti botol plastik kemasan. Harapannya, dapat mengurangi sampah plastik dan ikut mendukung program ramah lingkungan.

Ketua DAC Chapter Semarang, Jeannessy Altin berharap DAC semakin berkembang, semakin maju, dan bertambah anggotanya. Bisa membuat Indonesia bangga kepada DAC dengan mencintai alam dan mengikuti arahan program go green.


(Red/CN19/SM Network)

Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar