• KANAL BERITA

Menikmari Perlahan Pangandaran

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

TUA, muda, dan anak-anak larut dalam satu frame pagi itu. Gelak tawa hingga teriakan, serta ekspresi kesenangan mudah terdengar. Ombak yang datang berirama seolah menjadi nada penambah nikmat.  

Tak salah, ini memang suasana pantai. Dan di Pangandaran, tepatnya pantai barat, keceriaan itu terhampar. 

Pelancong dari beragam daerah tengah menyibukan diri berkecipakan dan saling berpotretan karena sosmed adalah kebutuhan. Kebetulan, anak-anak lebih dominan. Saat itu, banyak dari mereka yang menghabiskan masa liburan sekolah. 

Di sepanjang garis pantai, warga berjejalan dan seperti menyemut di bagian ujung. Padat. Hanya saja, pagi yang belum beranjak tinggi membuat kesegaran menyebar, sekali pun pantai tengah ramai. Semuanya kalut dalam sensasi yang disajikan pantai. Ber-air ria. Berbasah tanpa gelisah.

Mereka di antaranya asyik berselancar, memanfaatkan ombak dengan menyewa papan selancar sederhana. Tawa bocah-bocah terdengar renyah bersahutan dengan cekikikan para dewasa yang menyaksikan rekannya terbanting ombak yang datang menepi.

Di pojokan, anak-anak lainnya bermain pasir. Membentuk bangunan dari imaji, sebelum luruh kembali terbawa lidah ombak. Apakah mereka marah? Mereka malah tertawa senang, dan mengulang lagi tanpa harus meradang.

Jangan lupakan, sensasi menyaksikan aktivitas nelayan. Bagaimana jari-jari kuat mereka bergotong royong menarik jaring yang sebelumnya ditebar ke lautan, seolah tak habis-habisnya ujungnya.

Ikan-ikan yang terperangkap pun berterjunan keluar dari jaring. Begitu terkumpul, tak jarang transaksi pun langsung terjadi. Ikan-ikan segar itu pun berpindah tangan sebagai oleh-oleh. Nelayan senang, pelancong riang.

Di antara kerumunan itu, perahu-perahu nelayan berjejer. Mereka menawarkan pesiar di seputaran pantai. Di antaranya menyeberang ke cagar alam yang di antaranya mempunyai kekayaan pantai berpasir putih. 

Halus saat kaki menjejaknya, dan cocok bagi mereka yang ingin sekadar selfie dan wefie guna menambah jumlah postingan di akun sosmednya.  Terlebih dengan lilitan ranting dan akar, serta tatanan dedaunan yang menambah komposisi instagramable saat harus berpotrat-potret.

Di kawasan itu terdapat pula bangkai kapal MV Viking Lagos yang ditenggelamkan sebagai monumen keseriusan perlawanan pemerintah terhadap aksi illegal fishing. 

Dari bibir pantai, kapal yang sempat lama diburu karena aksinya itu terlihat tergeletak di antara wara wiri kapal-kapal pesiar nelayan. Keberadaannya sebagai pemanis suasana gampang dikenali. Terlebih, perahu itu juga simbol dari ketegasan putri kebanggaan setempat, Susi Pudjiastuti sebagai Menteri KKP.

Sebelum mengarah ke cagar alam itu, rasakan dulu debar-debar yang menjalar ketika perahu kecil bercadik itu harus melawan gelaran ombak pantai dengan lihainya. Ada sedikit was-was, ketika hentakan menggoyang perahu berkali-kali. Seolah waktu mendadak berjalan lama saat itu, bagi sang pelancong.

Tapi selepasnya, kelegaan langsung mengungkung perasaan, seiring dengan perahu yang mulai melaju di alur laut. Jangan lihat muka airnya jika tak ingin pusing dan tiba-tiba mabuk. Lebih baik lepaskan pandang ke horison. Menjelajah ke segala penjuru.

Dan bayangkan pula akan perubahan yang siap dihadirkan Pangandaran di masa mendatang. Pantainya konon bakal dipoles habis-habisan untuk menawarkan suasana yang lebih nyaman. Nelayan menyebut pantai bakal diberikan pemecah ombak. Dengan begitu, ada ruang untuk berenang santai.

Selebihnya, dengan rujukan bakal ditata seperti Hawai, dijadikan pula sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata, biarkan saja para ahlinya yang akan merealisasikannya kemudian. Karena itu semua ada porsinya masing-masing.

Lebih baik, jangan lewatkan akan kenikmatan suasana yang tersaji dari kekhasan pantai ini yang memang meminta dijejalahi. Karena laut lepas dan cekungan daratan yang perlahan menjauh, memang menawarkan view yang menawan. 

Tak bosan untuk menatapnya, dengan terus menyebar banyak pandangan sebelum kemudian laju perahu kembali menyentuh daratan dengan perlahan di Pantai Pangandaran.


(Setiady Dwi/CN39/SM Network)