• KANAL BERITA

Gedung Jiwa Sraya Paling Diminati Peserta Jelajah Kota Lama

Story Teller Bersukaria Walk, Havidz, tengah menjelaskan sejarah gedung Oudetrap dalam Jelajah Kota Lama Semarang. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Story Teller Bersukaria Walk, Havidz, tengah menjelaskan sejarah gedung Oudetrap dalam Jelajah Kota Lama Semarang. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gedung Jiwa Sraya yang terletak berseberangan dengan Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang, ternyata paling banyak diminati peserta Jelajah Kota Lama. Terbukti banyak peserta untuk rute Het Zuiden ini yang ingin berlama di halaman atas gedung. Puluhan peserta ini rupanya masih ingin menikmati keindahan Kota Lama Semarang dari tempat tersebut.

Menurut Story Teller Bersukaria Walk, Hafidz, bahwa gedung kantor Jiwa Sraya ini dulu adalah gedung Nederlandsch-Indische Levensverzekerings en Lijfrente Maatschappij (NILLMIJ). "Gedung ini bisa dikatakan modern, karena di dalam gedung saat itu sudah dilengkapi dengan elevator. Tetapi pengunjung tidak diizinkan masuk ke elevator, karena posisinya menggantung. Kalau mau melihat sambil mengambil foto dipersilahkan," kata Hafidz.

Hafidz menambahkan, bahwa gedung NILLMIJ dibangun dengan bentuk huruf L. "Seolah merangkul gereja dan Parade Plein," ujar Hafidz.

Sebelumnya, rombongan juga mendapat penjelasan tentang Oudetrap yang berada di sebelah utara Gereja Blenduk. Menurut Hafidz, Gedung Oudetrap adalah bangunan yang aslinya adalah tiga bangunan dan menjadi satu. "Dulu merupakan pasar, tempat bagi orang-orang di Kota Lama Semarang memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemudian menjadi gudang gambir. Setelah itu pada zaman kolonial, ada kebijakan unik, yaitu menjual gedung secara parsial. Hingga akhirnya hanya ada satu gedung di Oudetrap yang dimiliki Pemkot Semarang," jelasnya.

Rombongan peserta Jelajah Kota Lama juga diajak melihat brankas ukuran besar yang terdapat di bagian dalam Rumah Makan Pring Sewu. Di mana rumah makan ini adalah bekas kantor orang tua Oei Tiong Ham, Kiam Gwan Kongsi. Tak ketinggalan peserta diajak memasuki Gedung Monod Huis, dan Resto der Spiegel.

Dalam rute Het Zuiden ini ternyata ada sejumlah tempat yang sebelumnya juga dikunjungi peserta Jelajah Kota Lama di rute Het Noorden. Seperti misalnya Taman Srigunting, Liverpool & London & Globe Insurance. Menurut owner Bersukaria Walk, Dimas Suryo, bahwa adanya kesamaan sejumlah tempat kunjungan di rute Het Noorden dan Het Zuiden karena posisi tengah Kota Lama Semarang adalah di Jalan Let Jen Suprapto. "Jadi memang di situ terjadi perpotongan tempat kunjungan peserta Jelajah Kota Lama," kata Dimas.


(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)