• KANAL BERITA

Target Pengunjung Festival Kota Lama Semarang 50 Ribu

Sekretaris FKL, Yessi Setyowati (tengah) memberi penjelasan di Jumpa Pers Festival Kota Lama Semarang, di Toko Oen Semarang. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Sekretaris FKL, Yessi Setyowati (tengah) memberi penjelasan di Jumpa Pers Festival Kota Lama Semarang, di Toko Oen Semarang. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Festival Kota Lama (FKL) Semarang dalam waktu dekat akan digelar. Acara yang akan berlangsung dari 12-22 September 2019 itu agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Menurut Ketua Panitia, H Yeru Salimianto, bahwa banyak sekali kegiatan baru dalam Festival Kota Lama ini dan diharapkan memberi dampak baru bagi masyarakat kota Semarang.

"Harapannya Kota Lama bisa dirawat sebagai pariwisata dunia serta memberi dampak positif bagi perekonomian kita," kata Yeru Salimianto, dalam jumpa pers yang berlangsung di Toko Oen, Jumat (6/9).

Selain itu, Yeru menambahkan, bahwa target pengunjung Festival Kota Lama untuk tahun ini adalah 50 ribu pengunjung. "Kami berharap pengunjung bukan dari Jateng saja, tetapi juga dari luar Jateng, seluruh Indonesia, atau bahkan turis mancanegara. Tahun lalu, jumlah pengunjungnya mendekati 50 ribu, tahun ini waktunya diperpanjang sampai 11 hari diharapkan bisa lebih dari 50 ribu pengunjung," jelasnya.

"Mengapa berlangsung 11 hari? Karena berdasarkan jumlah masyarakat tahun sebelumnya yang menaruh hal positif pada kegiatan Festival Kota Lama," ujar Yeru.

Sementara Starring Comite Festival Kota Lama, Didik Radiana mengatakan, bahwa Kota Lama Semarang telah berubah, dan ini menjadi tanggung jawab kita untuk merawatnya. "Tantangan bagi kita adalah mengangkat kota lama itu sendiri," kata Didik Radiana.

Dua Tema

Sekretaris Festival Kota Lama (FKL), Yessi Setyowati menjelaskan, bahwa tema dalam Festival Kota Lama kali ini ada dua, yaitu tema generik: Kuno, Kini, Nanti, dan tema: Indische Parade. "Tema generik: kuno, kini, nanti, menggambarkan suasana Kota Lama sebelum 2013 yang terlihat kuno, kemudian pada masa revitalisasi hingga selesai: kini, serta kelanjutan dari Kota Lama itu adalah nanti. Sedangkan Indische Parade adalah menjadi tema utama di mana Kota Lama adalah bentuk akulturasi antara Indonesia dengan Belanda dan itu akan berlangsung sepanjang 11 hari," kata Yessi.

Ada pun program acaranya adalah: pameran kuliner legenda, pameran kopi susu kerja sama Indonesia-Belanda, pameran mebel Jepara yang mengangkat tema: Kartini. Tidak ketinggalan ada Jelajah Kota Lama oleh Bersukaria Tour, seminar, book talk yang menghadirkan para penulis, bedah film, Belajar Bahasa Belanda, jalan sehat lintas generasi, serta Indische Parade sebagai bentuk kerja sama dengan Semarang Night Carnival.

Dalam kegiatan Festival Kota Lama ini, sejumlah arus lalu lintas yang melintasi Kota Lama akan ditutup. Jalan Kepodang pada tanggal 15 September ditutup dari pukul 15.00-21.00 WIB. Kemudian di Jalan Sayangan pada tanggal 21-22 September 2019 akan ditutup mulai pukul 21.00 WIB. Serta Jalan Merak dan Cendrawasih ditutup untuk parade dari jam 4 sore hingga 11 malam. "Kami mohon maaf atas penutupan sejumlah jalan ini," kata Didik Radiana.

 


(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)