• KANAL BERITA

KSPH Ajak Wisatawan Pulang Kampung ke Kampung Sahid

BUSANA PENGANTIN: Seorang model tengah memperlihatkan busana pengantin dalam customer gathering di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo. (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)
BUSANA PENGANTIN: Seorang model tengah memperlihatkan busana pengantin dalam customer gathering di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo. (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - General Manager Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Sendang Kusumastuti mengajak pulang kampung di Kampung Sahid, bagi wisatawan yang melancong di Kota Bengawan. Endang mengklaim, KSPH punya banyak kelebihan dibanding hotel-hotel lainnya di Kota Solo. Bangunan haritage dan sejarahnya serta suasana yang benar-benar "nyolo" menjadi daya tarik. Demikian juga menu makanan, juga njawani.

Maka sangat tepat bagi wisatawan, baik domestik maupun asing, kata dia, menginap di hotel ini, jika ingin stay lebih lama untuk mengenal lebih dalam tentang destinasi wisata Kota Solo dan sejarahnya. Bagi lembaga bisnis dan lembaga pemerintahan juga sangat pas kalau mau menggelar agenda MICE, demikian juga masyarakat yang hendak menggelar pesta pernikahan, sebab fasilitasnya memadahi.

"Kekuatan sebagai hotel yang benar-benar haritage di Kota Solo inilah yang kami tonjolkan, selain memberi pelayanan prima bagi para wisatawan yang menginap," kata Endang.

Cek hotel dengan harga terbaik di Kota Solo

Hal itu dikatakan di sela Customer Gathering di hotel bintang lima tersebut. Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pelanggan, Rabu (4/9), dan dipusatkan di pendapa hotel itu sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra atau tamu loyal. Dalam acara itu juga ada peragaan busana pernikahan.

Selama dua tahun ini, Endang mengaku tidak begitu pusing dalam berjualan kamar. Sebab, sekitar 90 persen kamarnya digunakan untuk menginap para atlet NPC yang melakukan pemusatan pelatihan di Solo. Sehingga yang dijual sekitar 10 kamar.

Kerja keras yang dilakukan, adalah menjual Mice dan paket pernikahan (wedding). Endang mengatakan, tahun lalu target penjualan paket pernikahan sudah terlampaui, yaitu lebih dari 50 pack. Target tahun ini 60 pack. Dengan banyaknya kegiatan Mice dan pesta pernikahan, lanjut dia, tentu mendongkrak pendapatan dari sektor food and beverage (FnB).

"Pendapatan dari FnB memberi kontribusi lebih dari 60 persen dari total pendapatan hotel, sisanya sekitar 40 persen dari  berjualan kamar," kata ibu dua anak itu.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)