• KANAL BERITA

Buka Usaha Kuliner dari Nol Langsung Laris

Seminar Sukses Menjadi Miliarder dari Bisnis Kuliner

BERBAGI ILMU: Pemilik Restoran Ichi Bento, Kuwat Subarja saat memberikan materi seminar "Sukses Menjadi Miliarder dari Bisnis Kuliner". (suaramerdeka.com/Arif Hakim)
BERBAGI ILMU: Pemilik Restoran Ichi Bento, Kuwat Subarja saat memberikan materi seminar "Sukses Menjadi Miliarder dari Bisnis Kuliner". (suaramerdeka.com/Arif Hakim)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sukses menjadi miliarder dari bisnis kuliner, langsung laris mendatangkan untung, berkembang jumlah omset dan cabangnya, serta mengembangkan bisnis hingga berskala industri menjadi topik dalam seminar yang diselenggarakan oleh Team Kuliner Indonesia dan AS Event Organizer di Hotel Neo Candi, Jalan Letjen S Parman no 56, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Sabtu (31/8).

Pakar dan Praktisi Bisnis Kuliner, Kuwat Subarja membagikan pengalamannya dari bisnis gerobakan hingga resto, kafe dan berskala industri dalam seminar tersebut. Selaku pemilik restoran "Ichi Bento", "Mayashi Coffee & Resto", "Restoran Dapur Bebek", "M Coffee", "Zero Point Coffee", "Chizz o Chicken" dengan puluhan cabang di berbagai kota di Indonesia, dirinya memotivasi peserta untuk berani memulai bisnis di bidang kuliner.

"Saya mulai tahun 1997 pertama kali berjualan fried chicken gerobakan di Bandung. Meskipun terjadi krisis moneter (krismon), nasib para pedagang PKL tetap bertahan dan berkembang, karena pada saat itu ribuan orang di PHK, dan beralih ke bisnis kuliner. Banyak orang mulai berhemat, mereka yang biasa makan di resto jaringan Internasional mulai melirik ke kaki lima dan UKM, sehingga tumbuh amat pesat. Karena konsumen tambah banyak, pemainnya bertambah dan menjadi sangat ramai," jelasnya.

Kuwat yang setiap harinya harus belanja ayam di pasar sampai siap berjualan hingga malam, semuanya dikerjakan sendiri. Awal memulai bisnis merasakan senang hingga akhirnya jenuh, capek karena melakukan aktifitas itu terus menerus. Dia sadar dirinya bukan Superman dan ingin bisnis jualannya maju naik kelas, akhirnya memiliki anak buah yaitu dibantu istri dan pembantunya. Berjalannya waktu bisnisnya mulai berkembang ke Autopilot, tanpa harus ditunggui pemilik, bisnisnya tetap jalan.

"Saya yakin Anda pun bisa melakukannya kalau sudah tahu ilmunya, kuliner tetap akan tumbuh, tetap akan berkembang dengan atau tanpa kehadiran Anda, artinya apa? Anda mau jadi pemain atau mau jadi penonton, kuliner tetap tumbuh sangat pesat, karena sekarang lagi ngetren-ngetrennya kuliner meskipun dari dulu sudah sangat eksis," pesan Kuwat Subarja.

Dalam seminar yang dibagi menjadi dua sesi ini disampaikan materi dan ilmu praktis dari pebisnis berpengalaman dalam membuka usaha kuliner dari nol, strategi mendatangkan konsumen, mengembangkan bisnis kuliner berskala industri, meningkatkan omset, membuka banyak cabang, serta memiliki banyak merek dan brand. Tema ini menjadi sangat penting karena kuliner adalah bisnis yang besar dan mudah untuk dikembangkan.

"Apabila ilmu ini sangat bermanfaat bagi bapak ibu untuk membuka atau mengembangkan usaha kuliner, kami memberikan kesempatan bagi karyawan, ibu rumah tangga, pensiunan, mahasiswa untuk mengikuti pelatihan atau workshop, dan menjadi member," kata Heri Nugroho, Founder Pelatihan Bisnis Master Coach Indonesia.

Workshop itu, kata dia mengajak peserta untuk mengetahui bagaimana memulai bisnis kuliner dari nol, apa yang perlu disiapkan agar usahanya ramai, apa yang perlu dihindari agar tidak jatuh, bagaimana memilih ide bisnis, memilih tempatnya, bagaimana cara mendatangkan orang agar mau datang. "Pelatihan ini bisa diikuti bagi siapa pun Anda, yang belum memiliki bisnis apa pun. Kami akan bantu membangun sistem agar bisnis Anda jalan, punya waktu luang banyak, bikin SOP dan sebagainya" terang Heri di akhir acara.


(Arif Hakim/CN35/SM Network)