• KANAL BERITA

Apresiasi Kuliner Semarang

Suara Merdeka-Sasa Culinary Festival

LOMBA MAKAN: Sejumlah peserta mengikuti Lomba Makan dalam Culinary Festival Semarang, di kawasan Taman Indonesia Kaya Jl Menteri Soepeno, Semarang, semalam. Lomba tersebut juga akan digelar kembali hari ini (Minggu, 21/7). (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)
LOMBA MAKAN: Sejumlah peserta mengikuti Lomba Makan dalam Culinary Festival Semarang, di kawasan Taman Indonesia Kaya Jl Menteri Soepeno, Semarang, semalam. Lomba tersebut juga akan digelar kembali hari ini (Minggu, 21/7). (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sasa Culinary Festival persembahan Suara Merdeka mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Semarang. Festival kuliner menghadirkan puluhan stan yang ditata di Jalan Menteri Supeno, tepatnya samping Taman Indonesia Kaya selama tiga hari, Jumat-Minggu (19-21/7).

''Kuliner menyumbang 30 persen sektor pariwisata dan cukup besar menghabiskan 40 persen alokasi uang dengan kuliner yang dituju,'' kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari saat mengunjungi Sasa Culinary Festival .

Dia lantas mengungkapkan, kegiatan kuliner yang digelar Suara Merdeka memajukan pembangunan Kota Semarang. Hal tersebut juga memerlukan peran pemerintah, termasuk akademis dan media. ''Kuliner itu unik. Semarang memiliki sangat banyak jenisnya,'' tuturnya.

Kegiatan ini mengusung tema "Temukan yang Lezat dan Asli di Semarang''. Stan kuliner ditata di sepanjang jalan tersebut. Pengunjung bisa menikmati kuliner yang tersedia sambil mengikuti bermacam acara yang berlangsung.
Terdapat pula Cooking Challenge memasak opor dengan bumbu komplit dari Sasa. Pengunjung juga mendapatkan satu kupon Semarang Great Sale apabila melakukan transaksi minimal 50 ribu. Transaksi tersebut bisa berbentuk akumulasi saat pembelian, seperti minuman seharga Rp 20 ribu dan makanan seharaga Rp 30 ribu.

Stan Suara Merdeka memberikan pelayanan kepada pengunjung yang ingin berlangganan koran Suara Merdeka. Ada juga stan Sasa yang menampilkan produk andalan Sasa.
Hari terakhir festival ini, dimulai pukul 06.00, Minggu ini. Terdapat penampilan Sekolah Bunga Bangsa, lomba mata pelajaran, peragaan busana anak, lomba bermain keyboard, lomba grup musik,  cooking challenge, fruit carving  dan demo memasak, menghias tumpeng, lomba mewarnai dan lomba menyanyi untuk anak.

''Saat ini tamu luar kota semakin lama tinggal di Kota Semarang. Daya tarik wisatanya semakin baik. Salah satunya adalah kuliner. Tidak berlebihan jika kami memberikan apresiasi kepada para pahlawan kuliner dengan acara ini,'' kata CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono


(Aristya Kusuma Verdana/CN26/SM Network)