• KANAL BERITA

Badan Otorita Borobudur Percepat Pembangunan Pariwisata

PARIWISATA BERKELANJUTAN: Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan Glamorous Camping (Glamping) De Loano, Purworejo yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Borobudur. Lahan seluas 309 hektare bakal dikembangkan menjadi pariwisata berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kesejahteraan warga. (suaramerdeka.com / dok)
PARIWISATA BERKELANJUTAN: Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan Glamorous Camping (Glamping) De Loano, Purworejo yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Borobudur. Lahan seluas 309 hektare bakal dikembangkan menjadi pariwisata berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kesejahteraan warga. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Otorita Borobudur (BOB) berusaha melakukan percepatan pembangunan pariwisata yang dapat mendongkrak perekonomian rakyat. Salah satu upaya itu terlihat pada Glamorous Camping (Glamping) De Loano yang berada di Loano, Purworejo, Jawa Tengah.

Kawasan wisata yang tak jauh dari Borobudur tersebut diresmikan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Keberhasilan pembangunan nomadic tourism ini tak lepas dari tangan dingin SDM Badan Otorita Borobudur.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap area tersebut mampu memberikan sajian yang baru dan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitarnya. Pengembangan Glamping menurutnya harus terus dilakukan seperti menyediakan atraksi forest orchestra dan mendatangkan artis. Ini mampu menyedot minat wisatawan untuk berkunjung.

Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Agus Rochiyardi menjelaskan keberadaan institusinya tak lepas dari tujuan membuat pariwisata sebagai core economy di Indonesia. Pertumbuhan devisa dari dunia pariwisata tercatat terus meningkat setiap tahun dan merupakan peluang yang harus segera direspon.

"Target membuat 10 Bali baru karena selama ini orang tahu Indonesia dari Bali. Di sinilah kami harus segera mewujudkannya dengan percepatan pembangunan pariwisata," ujar Agus.

Pengelola Berpengalaman

Ia menegaskan untuk bisa mencapai percepatan pengembangan pariwisata perlu pengelola yang sudah berpengalaman dan tahan banting. Tujuannya agar mampu berlari, tidak menunggu dan segera merespon peluang.

"Kami memiliki SDM mumpuni untuk melakukan percepatan, ada Direktur Utama BOB Indah Juanita yang berpengalaman sebagai Direktur Garuda Wisnu Kencana (GWK), Badung, Bali, pimpinan proyek di kawasan pariwisata Mandalika hingga Deputi Project Director KEK Pariwisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat," jelas Agus.

Ada pula sosok Y Sigit Widiyanto yakni Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik. Ia berpengalaman di Direktorat Perfilman Kemenpar, Asdep Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar dan Asdep SDM Aparatur Kemenpar. Selain itu masih ada Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika yang berpengalaman sebagai Tim Ahli Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV Jawa Barat, Dosen Tetap Universitas Garut, Kepala Divisi Tresuri Direktorat Keuangan Trans Pacific Group, dan Credit Officer Segmen Menengah BNI.

Sosok lainnya, Agustin Peranginangin yakni Direktur Destinasi Pariwisata BOB yang sampai saat ini menjadi Komisaris Utama PT Arka Dharma Nusantara, Bandung dan berpengalaman sebagai Direktur Operasional PT Citra Pamungkas Mandiri, Bandung. Agus Rochiyardi berpengalaman sebagai Presiden Direktur PT Seabreez Indonesia, Direktur PT Lintas Sertifindo Unggul, Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk, Owner English Course English Fun dan Owner Heliosmart.

"Kami harus bisa memahami karakter masing-masing orang dari semua lapisan agar bisa pas dalam bersikap. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan sendiri, karena itu di BOB kami saling mendukung dan melengkapi," tandasnya.


(Agung Priyo Wicaksono/CN26/SM Network)