• KANAL BERITA

Tarik Wisatawan, Keindahan Topografi Semarang Dipromosikan ke Tangsel

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

TANGERANG SELATAN, suaramerdeka.com - Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggawangi Sales Mission ke Tangerang Selatan. Dalam misi kali ini, mereka menjadikan keindahan topografi kawasan Semarang atas dan bawah sebagai materi promosi wisata unggulan yang menarik.

Dengan kondisi topografi tersebut, Kadisbudpar Indriyasari menyebut destinasi di Kota Semarang sangat beragam. Disebutkan, Semarang juga terus berbenah dengan memperbanyak destinasi buatan seiring juga statusnya sebagai kota metropolitan. “Yang terbaru kami memiliki Semarang Brigde Fountain (SBF) yang merupakan air mancur pertama menari di atas jembatan di Indonesia,” terangnya.

Diakui Indriyasari, basis seni budaya peninggalan masa silam masih dimiliki Semarang, karena budaya asli kota ini masih dijunjung tinggi pada sejumlah event dan atraksi. Baru selesainya revitaliasi Kota Lama, bisa juga memantik antusiasme wisatawan untuk berkunjung ke Semarang. Kota Lama memiliki pesona yang luar biasa karena punya luasan dan jumlah lahan yang lebih banyak daripada Kota Tua Jakarta.

“Sesaji Rewandha, Semarang Night Carnival, Semargres 2019 adalah event-event yang kami gadang dapat mendatangkan wisatawan. Selain itu, di tahun ini kami juga memiliki event Asean School Games dan MXGP serta Munas Apeksi. Jadi Semarang bakal ramai di bulan ini,” tukasnya.

Wanita yang akrab disapa Iin ini lantas menyebut, pengembangan pariwisata Semarang tidak dapat disamakan dengan Jogja ataupun Solo. Semarang, kata dia, harus memiliki ciri khas sendiri, jika mengusung konsep yang digagas Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terkait pengembangan industri kreatif. “Sesuai arahan Pak Wali, kami mencoba keluar dari pakem dengan merangsang scene Pop Culture di Kota Semarang. Hal itu sudah beliau sampaikan saat paparan di Bekraf RI,” tandas Iin.

Lantaran Semarang sebagai kota di pesisir yang tidak memiliki identitas ataupun budaya asli yang kuat. positioning ini sangat tepat. Karena masyarakatnya beragam, positioning Pop Culture of Java adalah pilihan yang paling menarik dan strategis dalam mengambil pasar industri kreatif.

Sementara itu, Ketua BP2KS Benita Arijani menyebut banyak keunggulan untuk ‘menjual pesona Semarang’ ke Tangsel ini. Terlebih saat ini interkonevitas jalan tol Trans Jawa, membuat semua kota terhubung. Jarak tempuh Semarang-Tangerang Selatan kini juga bisa diakses tidak lebih dari 10 jam.

“Meski memiliki bandara, stasiun dan pelabuhan, namun trip darat dengan memanfaatkan akses jalan tol masih cukup menarik. Kami juga sengaja menggunakan bus untuk Sales Mission kali ini sekaligus menjajal jalan tol,” tegas Benita.


(Red/CN26/SM Network)