• KANAL BERITA

Telaga Sigebyar Mangunan Surga Tersembunyi di Petungkriyono

Suguhkan Hijaunya Alam

PELUNCURAN : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Wakil bupati Arini Harimurti dan Ketua DPRD Hj Hindun meluncurkan destinasi wisata alam Telaga Sigebyar Mangunan, di Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono. (suaramerdeka.com / Agus Setiawan)
PELUNCURAN : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Wakil bupati Arini Harimurti dan Ketua DPRD Hj Hindun meluncurkan destinasi wisata alam Telaga Sigebyar Mangunan, di Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono. (suaramerdeka.com / Agus Setiawan)

Padang hijau
Di balik gunung yang tinggi
Berhiaskan pelangi
Setelah hujan pergi

PENGGALAN bait syair lagu berjudul 'Pelangi dan Matahari' karya band kenamaan Indonesia, yakni BIP. Sebuah band rock n roll dan blues yang didirikan oleh mantan personel Slank, yaitu Bongki, Indra dan Pay ini seolah menjadi gambaran dari destinasi wisata yang baru saja di luncurkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Adalah Telaga Sigebyar Mangunan sebuah telaga yang berada di Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono sebuah destinasi yang baru saja diluncurkan oleh orang nomor satu di Pemkab Pekalongan tersebut.

Ketinggian lokasi Telaga Sigebyar Mangunan atau Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono adalah 1.500 mdpl. Maka pemandangan pemandangan hijau dari rimbunan pepohonan tersaji secara indah. Suasana hijau dengan air jernih, udara yang masih segar saat ini seolah sulit ditemui di kawasan perkotaan. Apalagi lokasi Telaga berada di pegunungan Kendeng maka akan menambah sensasi tersendiri bagi wisatawan yang bertandang ke sana. Telaga Sigebyar Mangunan ibarat surga tersembunyi yang berada di kawasan pegunungan Kabupaten Pekalongan.

Dari arah pusat kota Kabupaten Pekalongan, Kota Kajen. Telaga Sigebyar Mangunan bisa ditempuh dari Kajen menuju Kecamatan Petungkriono, dengan memakan waktu dua jam perjalanan. Akses jalan menuju wisata tersebut sudah beraspal mulus.

Sesampainya di lokasi, wisatawan harus berjalan kaki sejauh 600 meter di trek jalan menanjak selebar dua meter. Meskipun berbatu namun jalan yang dibangun secara swadaya oleh warga menggunakan dana Desa (DD) ini, wisatawan disuguhkan pemandangan pegunungan dan perkebunan sayur warga yang hijau.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, baru-baru ini, di sela-sela meluncurkan destinasi wisata tersebut mengatakan, dengan peluncuran Telaga Sigebyar Mangunan diharapkan bisa menambah destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan. Sekaligus dapat memberikan manfaat ke masyarakat. "Dibukanya wisata ini, masyarakat bisa menyediakan homestay, makanan tradisional, dan menyediakan sarana penunjang wisata seperti MCK, parkir dan lainnya," kata Bupati.

Pemkab Pekalongan, kata dia, mendukung penuh pengembangan wisata Telaga Sigebyar Mangunan agar benar-benar menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Pekalongan. Sekaligus melengkapi wisata yang sudah ada dari wisata laut, budaya dan sebagainya.

Dukungan tersebut ditunjukan Pemkab dengan memberikan bantuan sebesar Rp 250 juta yang akan digunakan warga untuk pembelian alat dan biaya operasional. Saat ini, lanjut Bupati Asip, telaga sudah tersedia fasilitas berupa sewa perahu berkapasitas 12 penumpang dengan biaya Rp 5 ribu per orang. "Nanti tempat ini akan terus dikembangkan. Seperti membuat tempat selfie yang instagramable," terangnya.

Jalur Pendakian

Bahkan Pemkab berencana mendatangkan alat untuk mencabut gambut yang menggenangi Telaga Sigebyar Mangunan. "Saat ini luasan telaga yang sudah tidak bergambut seluas dua hektare, sisanya enam hektare masih bergambut," katanya.

Melengkapi wisata Telaga Sigebyar Mangunan, tambah Bupati, bakal membuka jalur pendakian ke Puncak Pegunungan Kendeng di ketinggian 2.040 mdpl. Untuk menuju puncak, wisata butuh waktu dua jam pendakian. "Dari puncaknya kita bisa melihat panorama alam Kabupaten Banjarnegara, Batang, Kota Pekalongan dan Pemalang," tukas Bupati.

Sementara Kepala Desa Telogohendro, Kaslam mengatakan, upaya membuka destinasi wisata Telaga Sigebayar Mangunan memakan waktu selama tiga bulan, dari membuka akses jalan dan membersihkan kawasan sekitar Telaga. "Kami gunakan dana Bumdes sebesar Rp. 125 juta untuk menggembangkan wisata ini, dengan menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kita libatkan juga masyarakat dalam kegiatan kerja bakti yang dilakukan seminggu sekali," katanya.

Dikatakan Kaslam, sebelumnya Telaga Sigebyar Mangunan masih belum dikenal oleh masyarakat luas. Padahal setiap Bulan Syuro, warga Desa Tlogohendro melakukan Nyadran dengan menyembelih kambing.  Tiga tahun sekali menyembelih sapi bule kemudian dilarung di telaga Sigebyar Mangunan. "Sekarang sudah mulai ramai, setiap akhir pekan setidaknya 200 wisatawan mengunjungi Telaga Sigebyar Mangunan ini," pungkasnya.

Selain melaunching Telaga Sigebyar Mangunan, di hari yang sama, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, juga melaunching komunitas Jeep Adventure yaitu Kajen Fun Offroad yang akan melayani paket-paket wisata di Kota Santri.

Kegiatan launching tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan  Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra Hj Hindun, MH perwakilan unsur Forkopimda, Sekda  Mukaromah Syakoer, beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se Kabupaten Pekalongan.


(Agus Setiawan/CN26/SM Network)