• KANAL BERITA

Tradisi Resik-resik Candi Awali Gedongsongo Festival 2019

KUCURKAN AIR: Perwakilan Pimpinan SKPD, dalam hal ini diwakili Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Budi Kristono mengucurkan air kendi sebagai pertanda dimulainya Tradisi Resik-resik Candi sebagai rangkaian awal Gedongsongo Festival 2019. (suaramerdeka.com / dok)
KUCURKAN AIR: Perwakilan Pimpinan SKPD, dalam hal ini diwakili Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Budi Kristono mengucurkan air kendi sebagai pertanda dimulainya Tradisi Resik-resik Candi sebagai rangkaian awal Gedongsongo Festival 2019. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNGAN, suaramerdeka.com - Rangkaian Tradisi Resik-resik Candi digelar sebagai penanda prosesi pembukaan Gedongsongo Festival 2019, Kamis (21/3) pagi. Di mana air yang digunakan, diambil dari tiga sumber di sekitar Kawasan Wisata Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang. Air itu, kemudian digabungkan sebelum dimasukkan ke sembilan kendi sebelum dikucurkan ke seluruh bangunan candi.

“Agenda maupun tradisi rutin ini terus kita lestarikan. Sejalan dengan itu, kebersihan dan keamanan Candi Gedongsongo juga terus kami pantau,” kata Bupati Semarang, Mundjirin, ditemui disela mengunjungi Gedongsongo Festival 2019.

Kepada masyarakat yang hadir ia berpesan untuk ikut peduli merawat dan menjaga peninggalan yang ada. Karena hal itu, menurut dia, tidak semata-mata menjadi ranah pemerintah atau pihak yang berwenang saja.“Belum lama ini kita baru saja mengadakan <I>MoU<P> dengan Kabupaten Banyuwangi terkait promosi pariwisata ke luar negeri,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih menambahkan, Gedongsongo Festival merupakan agenda rutin yang biasa digelar setiap Maret, bertepatan dengan rangkaian HUT Kabupaten Semarang. “Ini menjadi salah satu destinasi baru, artinya even tahunan tadi bisa dihadiri banyak pengunjung,” imbuhnya.

Ia menerangkan, secara nasional tahun ini pemerintah pusat telah menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 20 juta orang. Dan Kabupaten Semarang, menurut Dewi Pramuningsih akan mendukung capaian target itu.

Cek hotel dan homestay termurah di Semarang, Ungaran dan sekitarnya

Di antaranya dengan membenahi bertahap sarana, prasarana, dan insfrastruktur di beberapa kawasan wisata yang dikelola Pemkab Semarang. “Misalnya untuk mendukung kuliner, musala, hingga kamar kecilnya. Kita memang bertahap karena anggaran yang sangat terbatas,” terangnya.

Selain Bupati Mundjirin, pembukaan kemarin juga dihadiri Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Turut mendampingi anggota Forkompimda, sejumlah pimpinan SKPD, dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Semarang.

Untuk diketahui, Festival Gedongsongo 2019 juga dimeriahkan dengan tampilan Sendratari Kopi Serasi yang dibawakan Mbak dan Mas Duta Wisata Kabupaten Semarang. Tampilan tersebut, kemudian dirangkai dengan beberapa kegiatan selama empat hari mulai, Kamis-Minggu (21-24/3).

Meliputi, pameran promosi wisata, budaya, bunga, dan lukisan. Kemudian  workshop  strategi promosi wisata, pentas seni tradisional, hingga festival kuliner  ndeso , serta lomba foto  instagram  langsung di lokasi kegiatan.

Pada hari terakhir, rencananya hendak ditutup dengan Aksi Sapta Pesona melibatkan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di Kawasan Wisata Candi Gedongsongo. “Kuliner yang hampir punah juga kita akan dikenalkan kembali kepada masyarakat, jadi potensi kuliner di beberapa desa wisata bakal dimunculkan agar dapat diketahui sekaligus dinikmati masyarakat luas,” papar Dewi Pramuningsih.


(Ranin Agung/CN26/SM Network)