• KANAL BERITA

Satu Tahun Pucang Argo Community Guyub Rukun dengan Berolahraga

Foto: suaramerdeka.com / Puthut Ami Luhur
Foto: suaramerdeka.com / Puthut Ami Luhur

SEMARANG, suaramerdeka.com - Asyiknya bersepeda menyusuri jalanan pedesaan di kawasan Objek Wisata Candi Borobudur dan Candi Mendut, betul-betul dirasakan oleh para anggota Pucang Argo Community (PAC).

Komunitas hobi bersepeda itu, Minggu (28/10), melakukan touring ke Kawasan Objek Wisata Candi Borobudur dan Mendut sejauh 15 km. Acara dilanjutkan dengan bertubing ria di Wisata Tubing Gending Indah, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Kegiatan yang diikuti 50 anggota itu dalam rangka peringatan 1 tahun berdirinya PAC.

Ketua PAC Budi Ismoyo mengatakan, komunitas tersebut berasal dari warga satu RW di Kompleks Perumahan Pucanggading, tepatnya di RW 25 Pucang Argo. Ide bermula agar warga semakin guyub dan rukun melalui kegiatan berolahraga.

"Kalau guyub dan rukun, kehidupan bermasyarakat akan menjadi kompak dan sehat. Maka, untuk memperkuat jalinan silaturahmi antarwarga,  PAC dibentuk agar warga guyub dan rukun melalui kegiatan berolahraga, yakni bersepeda dan bulutangkis," kata Budi Ismoyo.

Kegiatan bersepeda dan bulutangkis, dilakukan setiap hari Minggu. Pagi hari, untuk warga yang hobi bersepeda digelar kegiatan minggu bersepeda. Info mengenai rute dan titik kumpul disiarkan melalui grup whatsapp.  "Kami biasa berkumpul di balai RW dan start pukul 5.45 WIB. Rutenya berganti-ganti setiap minggu, mulai dari rute pendek, menengah hingga jauh. Rata-rata rute pulang pergi antara 10 km-45 km," ujarnya.

Kegiatan minggu bersepeda biasa diikuti 25-30 warga. Sedangkan sore harinya, untuk warga yang hobi bulutangkis digelar latihan di lapangan SMAN 2 Mranggen setiap pukul 16.45 sampai selesai. Komunitas bulutangkis biasa diikuti 20-25 orang. "Total ada 60 anggota PAC yang aktif mengikuti kegiatan minggu bersepeda maupun bulutangkis," tambahnya.

Tak Mudah

Menurut Budi, awalnya tak mudah mengajak warga untuk bergabung. Karena warga sibuk dengan rutinitas kerja. "Ada warga yang hobi bulutangkis dan punya sepeda, tak jaminan langsung mudah diajak bergabung. Namun, setelah mendengar dan melihat sendiri asyik dan gayengnya kegiatan kami, makin lama banyak warga yang bergabung dengan PAC," jelasnya.

Untuk minggu bersepeda, kata Budi, bukan hanya rute keluar masuk kampung dan Car Free Day di Simpanglima dan Tugu Muda Semarang, PAC juga telah menjajal banyak rute menantang. Mereka memberi judul setiap rute dengan kata "tour de", di antaranya tour de Brown Canyon, tour de Kampung Tenggelam Morosari Demak, serta tour de Pantai Kartini Jepara.

Untuk merangsang dan menghibur para anggota, hampir di setiap event, PAC menggelar doorprize dengan beragam hadiah menarik, berupa jaket, kaos, topi, hingga tas punggung. Anggota PAC juga terlibat aktif dalam kegiatan resik-resik kampung dan masjid. Mereka juga sesekali menggelar kegiatan senam bersama dengan mengundang instruktur aerobik.

Dalam rangkaian HUT 1 Tahun PAC, menurut Budi, kegiatan lain yang digelar adalah senam bersama dan lomba ketepatan waktu bersepeda, resik-resik kampung, aksi donor darah, lomba bulutangkis kopyokan ganda kidal, dan sebagai puncak acara pada 10 November adalah pentas seni drama.

Novi, salah seorang anggota PAC mengaku sangat senang ikut PAC. "Senang banget, karena yang tadinya tidak saling kenal jadi akrab dan dekat seperti saudara," ungkapnya.

Umar Fahmi anggota lainnya juga mengaku bergabung dengan PAC sangat bermanfaat. "Selain jadi kompak dan guyub dengan tetangga, tubuh kita juga jadi lebih sehat karena sering berolahraga," ujarnya.

Budi pun mengaku senang karena misinya membuat warga saling kenal dan guyub, sejauh ini mulai membuahkan hasil.


(Puthut Ami Luhur/CN26/SM Network)