• KANAL BERITA

Tak Mau Kalah, Lamongan Punya Event Wisata Religi di Bulan Muharram

Foto: istimewa
Foto: istimewa

LAMONGAN, suaramerdeka.com – Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan wisata religi di Indonesia. Momennya adalah Bulan Muharram tahun 1440 Hijriyah. Eventnya Lamongan Muharram Festival (LMF 2018). Event ini digelar 27 Agustus hingga 10 September 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan apresiasinya kepada Lamongan. Menurutnya, Lamongan punya cara jitu mengembangkan pariwisata melalui kekuatan yang dimiliki, yaitu religi. "Ini sangat kreatif dan keren idenya. Menonjolkan wisata religi sebagai kekuatan daerah, namun dibalut dalam kemasan atraksi wisata yang oke," ujar Menpar Arief Yahya, Kamis (23/8).

Sementara, Kepala Bidang Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan mengatakan, event ini adalah momentum untuk membangkitkan semangat masyarakat Lamongan. Sehingga masyarakat sadar jika Lamongan mempunya potensi pariwisata yang berkelas.

“Lamongan itu satu kesatuan utuh gambaran kecantikan alam yang dibalut kekuatan budaya. Sangat potensial untuk dikembangkan. Makanya kami akan terus mendukung event-event di Lamongan. Sehingga nama pariwisata Lamongan akan semakin diperhitungkan,” kata Wawan.

Apalagi, Lamongan sangat mudah diakses. Bila melalui jalur udara, bisa menuju Bandara Juanda Surabaya. Dari Surabaya menuju Lamongan hanya ditempuh dalam waktu 2 jam. Bila menggunakan kereta api, semua jalur utara dari atau menuju Surabaya juga pasti berhenti di Lamongan.

Terkait penginapannya, Lamongan juga memiliki banyak alternatif. Mulai dari hotel melati hingga hotel bintang 3 juga tersedia. Apalagi, Lamongan saat ini juga gencar mengembangkan Desa Wisata yang diikuti dengan pembangunan homestay.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Sumarni, mengatakan Lamongan harus mampu menghidupkan pariwisatanya. “Pariwisata adalah sektor yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Perekonomian masyarakat bisa turut terangkat dengan pariwisata,” kata Sumarni.

Berbagai Event

Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, berbagai event akan disajikan di LMF 2018. Mulai dari tontonan dengan gaya monumental, syiar agama, hingga yang bersifat edukasi. Di antaranya kajian Islam, Lamongan Bersholawat, Lomba Fotografi, Lomba Lampion, Bazar UKM, Hijab Fun Family, Flash Mob, Fashion Moslem Carnival, dan Night Festival. "LMF akan dibuka dengan Lamongan Bersholawat pada 27 Agustus di Alun-alun Lamongan seusai Shalat Isya," ujar Bupati Fadeli.

Menurutnya, Lamongan Bersholawat akan dihadiri ribuan umat. Kemudian akan dirangkai dengan Lomba Qosidah dan Musik Banjari. Event ini juga akan dihadiri umat dari berbagai luar negeri seperti Oman, Yaman, Kuwait, Mesir, Malaysia dan Saudi Arabia. Karena panitia sudah mengundang Organisasi Konferensi Islam (OKI).

"Berbagai lomba Islami akan digelar di Alun-Alun Lamongan. Seperti mendongeng cerita nabi dan rasul, lomba kaligrafi, dan karya tulis cerita nabi dan rosul. Selain itu juga ada lomba fotografi dan lomba lampion," sebutnya.

Ia menambahkan, LMF 1440 Hijriyah akan menjadi penanda pergantian tahun baru hijriyah di Alun-alun Lamongan. "Sebelum penandaan pergantian tahun, akan ada pawai taaruf yang diikuti ribuan pelajar akan berparade berkeliling Kota Lamongan," tuturnya.

Yang menarik adalah Carnaval Fashion Moslem. Kegiatan yang bekerjasama dengan Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) dan didukung Kementerian Pariwisata ini akan menghadirkan 40 desainer modest fashion lokal. Acaranya akan digelar dua Hari.

"Dengan harapan Lamongan yang konsisten melaksanakan Muharram untuk menguatkan ekonomi warga setempat. Melalui karnaval ini juga maka diharapkan produk lokal Lamongan menjadi produk yang mendunia," ujar Ketua Umum RKIH Kris Budiharjo.

Carnaval Fashion Moslem akan mengangkat kain Indonesia yang kaya yang menjadi kearifan lokal. Satu desainer akan melakukan pertunjukan 10 busana dalam karnaval tersebut. Dengan mengangkat Wastra Indonesia, batik khas Lamongan bermotif Bandeng Lele, Melati, serta Tenun Ikat, semua diangkat.

Sejumlah desainer yang terlibat antara lain, Verlinawati Brand Naswanisa, Ningsih Brand Ning-She, Ana Brand Uswatun Chasanah, Novi Brand Novie's, Lisa Setiawati, dan Indriyanti Brand Indy Faza. Kemudian desainer cilik Akeyla Brand Akeyla Naraya yang sudah show ke Moskow dan fashion show mendunia juga akan tampil.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)