Kemendikbud Ristek Bantu Kuota Internet, Akses 13 Media Sosial Dibatasi

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 17:57 WIB
Ilustrasi media sosial. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi media sosial. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyalurkan bantuan kuota internet pada September, Oktober, dan November.

Namun, akses ke beberapa aplikasi seperti Free Fire dan TikTok, memang dibatasi.

“Berbeda dengan YouTube. Banyak orang mencari sumber bahan belajar dari situ, di luar website yang memang khusus pembelajaran," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Ristek Hasan Chabibie seperti dikutip dari Antara, Jumat (6/8).

Bantuan kuota internet tidak akan bisa digunakan untuk akses ke 13 media sosial, di antaranya Badoo, Bigolive, Facebook, Instagram, Periscope, Pinterest, SnackVideo, Snapchat, Tinder, Tumblr, Twitter, Vive, Vkontakte

Baca Juga: Tim Arjuna UGM Berjaya di Kompetisi Mobil Listrik Dunia

Kuota internet dari pemerintah itu juga terbatas aksesnya untuk beberapa game online.

Gim yang dimaksud yakni 8 Ball Pool, Candy Crush, Clash of Clans, Clash of Kings, Clash Royale, Crisis Action, Fifa Mobile Football, Garena, Garena AOV, Garena Free Fire, Growtopia, Lineage Revolution, Lords Mobile: Battle of the Empires, Mobile Legends, PUBG, Roblox, dan Steam.

"Pada prinsipnya, substansi dari bantuan pendidikan ini kan untuk membantu proses belajar-mengajar. Secara umum, bisa dilihat anak belajar dari game itu berapa persen?" kata dia.

Bantuan kuota internet itu juga terbatas untuk delapan aplikasi. Platform ini di antaranya Dailymotion, JWPlayer, Likee, Netflix, QQVideo, TikTok, TVUNetworks, dan VIU.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB
X