Soal Transisi ke Masyarakat Digital, Pakar IT: Keamanan Data Pribadi Masih Dipertanyakan

- Rabu, 21 September 2022 | 16:35 WIB
Ilustrasi penggunaan gadget dalam rutinitas harian. (unsplash.com/@nordwood)
Ilustrasi penggunaan gadget dalam rutinitas harian. (unsplash.com/@nordwood)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Masa pandemi Covid-19 mendorong secara cepat peralihan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat digital.

Sebuah kenormalan baru (New Normal) yang mengalihkan sebagian aktivitas masyarakat ke dunia digital menjadikan masyarakat berbagi rutinitas di dunia digital.

Tentu dunia digital yang menjadi ruang rutinitas harian masyarakat rentan dengan keamanan siber, khususnya yang berkaitan dengan data pribadi pemiliknya.

Problematika keamanan data pribadi yang dihadapi oleh masyarakat digital masih terus diupayakan penyelesaiannya.

Baca Juga: Ditunjuk Langsung Ketua Umum PSSI, Ariel Noah Akan Ramaikan Perhelatan Piala Dunia U-20 Tahun Depan

Hal ini mengingat bahwa pengamanan dalam dunia digital selalu terbarukan setiap waktu.

Indonesia bukan sekali ini saja mengalami kebocoran data yang dikelola di masing-masing instansinya.

Sudah sejak tahun 2015 peretasan situs-situs yang dikelola pemerintah bermunculan.

Hal ini menunjukkan bahwa keamanan dalam situs yang dikelola pemerintah.

Baca Juga: Pemegang Kunci Mahkota Langit dan Jantung Bumi, Deretan Weton Ini Siap-siap Banjir Rezeki Hujan Hoki

Bahkan, terdapat pendapat para pakar IT dan keamanan siber yang menyatakan bahwa sistem keamanan dari situs yang dikelola pemerintah sangat mudah untuk dibongkar.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim suaramerdeka.com dari berbagai sumber.

Pemerhati Keamanan Siber, Yerry Niko Borang mengatakan, jika data yang tersebar di berbagai instansi tersebut saling dihubungkan, maka akan berpotensi sangat fatal bagi pemilik data aslinya.

"Jika semua data yang bocor disatukan atau digabungkan memang bahayanya tidak terbatas."

"Dari kerugian finansial, misalnya menjadi mudah memalsukan data finansial, menyaru sebagai orang tertentu hingga konsekuensi lain. Kerugiannya ya data-data pribadi kita makin tidak aman," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X