1,3 M Data Registrasi HP dan Antigen dari Dua Kementrian, Kemkominfo dan Kemenkes Bocor, Dijual Rp700an Juta

- Kamis, 1 September 2022 | 17:30 WIB
ilustrasi data bocor; tangkapan layar ((Twitter/secgron))
ilustrasi data bocor; tangkapan layar ((Twitter/secgron))

suaramerdeka.com - 1,3 Miliar data registrasi nomor HP yang terdiri dari NIK, KK, provider, bocor di internet.

Informasi ini disampaikan oleh pemerhati keamanan system Teguh Aprianto melalui akun Twitternya @secgron, 1 September 2022.

Ia membuka utasnya dengan informasi sejarah mengenai awal mula registrasi nomor HP yang digagas tahun 2018 lalu.

"Tahun 2018 @kemkominfo memaksa kita utk melakukan registrasi nomor HP menggunakan NIK dan KK, dijanjikan akan terbebas dari spam," katanya.

Baca Juga: Makin Meresahkan! Web Judi Online Pakai Metode Baru Pemasaran, Retas Situs Akpol, Kementan, dan Disdukcapil

Namun ternyata, kini data registrasi tersebut justru bocor di forum hacker.

"Terbebas dari spam tak didapat, kini data registrasi no HP (NIK, No HP, provider, tgl registrasi) sebanyak 1,3 miliar bocor & dijual," tulis Teguh.

Ia mengatakan jika data tersebut dijual dengan harga fantastis yang mencapai Rp700 jutaan.

"Data registrasi nomor HP tersebut dijual seharga 742 juta rupiah. Pelaku juga membagikan sampel gratis sebanyak 2 juta data," terangnya.

Lebih lanjut, teguh juga memberikan informasi bagi pengguna Twitter, untuk mengecek nomornya menggunakan periksadata.com.

Halaman:

Editor: Wahyu Asyari Muntoha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X