Pakar Sebut Media Sosial Hancurkan Nilai Kemanusiaan

- Rabu, 23 Juni 2021 | 10:12 WIB
Ilustrasi media sosial. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi media sosial. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Prof Deddy Mulyana PhD mengatakan media sosial dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Gejala-gejala ini sudah lama terlihat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Prof Deddy mengatakan fenomena ini diperkuat temuan riset di Amerika Serikat pada 2009 ketika media sosial Facebook dan Twitter tengah populer.

Hasil riset tersebut memprediksikan dua media sosial tersebut dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Bansos Ajukan Justice Collaborator, Kubu Juliari Beri Respon

“Gejala-gejala ini sudah lama terlihat di seluruh dunia, termasuk di negara kita,” katanya saat diskusi “Satu Jam Berbincang Ilmu-Komunikasi Antarbudaya di Era Digital: Tantangan dan Paradoks” di Unpad.

Menurutnya, perkembangan teknologi komunikasi, terutama media sosial, seyogianya digunakan untuk memudahkan antarbangsa dan komunitas untuk melakukan pertukaran budaya yang saling menguntungkan.

Namun kenyataannya, kata Prof Deddy, media sosial saat ini cenderung digunakan untuk saling menghancurkan.

Menurut Prof Deddy fenomena media sosial dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan merupakan gejala lama di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Stafsus Angkie Temui Wagub Bali, Bahas Prioritas Vaksinasi Penyandang Disabiltas

Hasil riset memprediksikan Facebook dan Twitter dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. “Gejala-gejala ini sudah lama terlihat di seluruh dunia, termasuk di negara kita,” katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Logo Baru Telkomsel Terinspirasi Pola Batik

Senin, 12 Juli 2021 | 15:12 WIB

Satria Lengkapi Konektivitas Digital Nasional

Rabu, 7 Juli 2021 | 18:30 WIB
X