Kaspersky dan BSSN Tandatangani MoU Pengembangan Kapabilitas Keamanan Siber Indonesia

- Kamis, 17 Juni 2021 | 12:48 WIB
Kaspersky dan BSSN telah menandatangani MoU dalam rangka meningkatkan kapabilitas keamanan siber Indonesia.(suaramerdeka.com / dok)
Kaspersky dan BSSN telah menandatangani MoU dalam rangka meningkatkan kapabilitas keamanan siber Indonesia.(suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Perusahaan keamanan siber global Kaspersky dan Badan Siber dan Sandi Negara telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka meningkatkan kapabilitas keamanan siber Indonesia.

Di tengah percepatan digitalisasi di Indonesia, MoU tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengembangan kapasitas dan pengembangan institusi terkait keamanan siber di sektor pemerintah untuk memastikan keselamatan dan keamanan publik di abad ke-21.

CEO Kaspersky Eugene Kaspersky mengatakan, Indonesia sedang berkembang pesat di dunia digital dan pandemi telah mempercepat perkembangan ini.

Baca Juga: Kurun Waktu Lima Bulan, Polri Berhasil Tangkap 217 Tersangka Teroris

Meskipun begitu, meningkatnya arus digitalisasi juga berarti meningkatnya kejahatan siber dikarenakan penjahat siber yang juga semakin terampil dan berpengalaman.

Oleh karena itu, mempertahankan dunia siber menjadi semakin krusial terhadap perekonomian negara dan keselamatan penduduknya.

“Dalam rangka membangun dunia yang lebih aman dan mendukung negara dalam memanfaatkan kekuatan teknologi secara aman, kami akan bekerja bersama-sama dan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran terkait keamanan siber dan program peningkatan kapasitas,” katanya.

Baca Juga: Abdee Slank saat Rapat Telkom, Bambang Brodjonegoro: Selalu Sampaikan Pertanyaan Kritis

MoU yang telah ditandatangani oleh Kaspersky dan BSSN akan mencakup kolaborasi dalam berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, berbagai pelatihan keamanan siber dan program bersama untuk menciptakan kesadaran siber di Indonesia.

Tindakan preventif dan represif guna mencegah dan memitigasi potensi ancaman kejahatan siber sudah dilakukan dari sisi teknologi, namun potensi ancaman siber yang terus berkembang tetap membutuhkan pendekatan lain.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digital Tak Membuat Tradisi Terpental

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:47 WIB

WhatsApp Down, Aplikasi AyoTalk Jadi Alternatif

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:51 WIB

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB
X