Masyarakat Dihadapkan pada Konsekuensi Beradaptasi dengan Perubahan Iklim

- Senin, 14 Juni 2021 | 06:12 WIB
Perubahan iklim. (pikiran-rakyat.com) (Nugroho Wahyu Utomo)
Perubahan iklim. (pikiran-rakyat.com) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, bahwa masyarakat dihadapkan pada konsekuensi beradaptasi dengan perubahan iklim.

Oleh sebab itu, kata Sri Mulyani, masyarakat perlu aktif memitigasi risikonya.

Sri Mulyani menambahkan, jika setiap negara melaksanakan kontribusi penurunan karbon, ternyata dunia tidak akan terhindar dari kenaikan suhu.

Baca Juga: Ingin Membeli Laptop Bekas, Ini yang Perlu Diperhatikan

Sebab berdasarkan Nationally Determined Contribution (NDC) di Paris, bahwa dunia di tahun 2030 suhunya naik menjadi 3,2 derajat celcius di atas praindustri.

Para ahli menyebutkan, bahwa suhu tersebut telah melewati batas kenaikan suhu maksimal yang bisa ditahan/dilalui oleh bumi yaitu 1.5-2 derajat celcius.

Oleh karena itu, belajar dari pandemi Covid-19, maka dengan waktu kurang dari 10 tahun dunia dihadapkan pada bencana lain, yaitu Climate Change.

Baca Juga: Hari Media Sosial Nasional, Masih Banyak Pekerjaan Rumah untuk Indonesia

Menurut Sri Mulyani, perlu target yang lebih ambisius dalam mengatasi persoalan tersebut.

Indonesia, lanjutnya, berkomitmen untuk menurunkan CO2 emission-nya, yaitu 29 persen dengan menggunakan upaya dan resources sendiri atau dapat menurunkan CO2 emission sebesar 41 persen apabila mendapatkan dukungan internasional.

“Untuk meng-address issue Climate Change bukan sebuah upaya yang murah dan gratis. Indonesia sudah menerjemahkan upaya penurunan emisi karbon untuk bisa mencapai komitmen tersebut pada program nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah diantaranya program Prioritas Nasional nomor 6,” ujar Sri Mulyani, seperti yang dikutip dari pikiran-rakyat.com, Senin, 14 Juni 2021.

Kementerian Keuangan turut aktif mendukung dan memfasilitasi berbagai program dan kebijakan pemerintah untuk Climate Change.

Yaitu berinisiatif melakukan budget tagging sejak 2016 hingga sekarang.

Berdasarkan Second Biennial Report On Climate Change tahun 2018, untuk Indonesia menurunkan CO2 emission-nya menjadi 29 persen (sumber daya sendiri) atau 41 persen dengan dukungan internasional dibutuhkan dana sebanyak Rp 3.461 triliun hingga 2030.

Menurut Sri Mulyani, dana ini lebih besar daripada program pemulihan ekonomi nasional Indonesia untuk penanganan covid-19.

Lebih lanjut, ia mengatakan, menghadapi Climate Change tidak hanya mengandalkan APBN.

Namun harus dilakukan gotong-royong semua pihak, yakni antara pemerintah, swasta, para philanthropist, dan terutama masyarakat seperti melalui manajemen sampah, penggunaan energi, air bersih, dan lainnya.

Ia berharap, selain di pusat, di daerah juga semakin menunjukkan komitmen untuk isu Climate Change.


Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

iPhone 13 Series Resmi Dirilis, Berikut Spesifikasinya

Rabu, 15 September 2021 | 15:33 WIB

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB

MPL ID Season 8, Alter Ego Pastikan Tiket Playoff

Jumat, 10 September 2021 | 20:53 WIB
X