Hari Media Sosial Nasional, Masih Banyak Pekerjaan Rumah untuk Indonesia

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 13:00 WIB
Ilustrasi media sosial. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi media sosial. (suaramerdeka.com / dok)

“Negara bisa mendorong edukasi berinternet yang sehat dan aman lewat kurikulum pendidikan, yang ini sekarang masih belum ada.”

“Umumnya para orang tua, pengambil kebijakan maupun tokoh masyarakat saat ini sebagian besar bukan native digital, jadi tidak mengenal lebih dalam dunia digital,” terang chairman lembaga riset siber CISSReC (communication & information system security research center) ini.

Juga: Orang yang Sudah Divaksin Covid 19 Akan Terdeteksi Kamera Canggih, Cek Faktanya

Menurut Pratama,  negara tidak bisa sendiri, masyarakat, kampus dan juga pegiat siber harus diajak untuk mengedukasi di berbagai lapisan.

Ini penting, karena pendekatan peningkatan berinternet yang positif dan sehat harus berjalan top down maupun bottom up.

"PR lainnya untuk pemerintah, yaitu harus mendorong lahirnya media sosial lokal sehingga negara tidak tergantung dan tidak mudah ditekan medsos asing.”

“Pemerintah mesti menyiapkan sumber daya guna mewujudkannya. Hal ini penting dalam jangka panjang untuk kepentingan nasional," kata pria asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

Pratama juga menambahkan,  seharusnya pemerintah bisa membuat regulasi agar negara segera membangun media sosial nasional, buatan dalam negeri dan memang dibuat untuk masyarakat Indonesia.

Dengan begini lebih mudah melakukan pengawasan dan sekaligus menjadi aplikasi subtitusi bagi media sosial populer.

Tanpa memiliki aplikasi medsos subtitusi, sulit kiranya bagi negara untuk menarik pajak yang pantas bagi Facebook, Google dan kawan-kawannya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB
X