Kejar Ketertinggalan, Migrasi TV Digital di Indonesia Tak Bisa Ditawar Lagi

- Jumat, 28 Januari 2022 | 12:00 WIB
Eko Nugroho MBA, Founder dan CEO Dreamlight World Media (DWM). (suaramerdeka.com / dok DWM)
Eko Nugroho MBA, Founder dan CEO Dreamlight World Media (DWM). (suaramerdeka.com / dok DWM)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Digitalisasi media televisi alias TV digital di Indonesia telah di ambang pintu.

Piranti Set Top Box untuk TV digital seperti diharapkan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) agar segera dimiliki masyarakat, tanpa menunggu dimulainya Analog Switch Off (ASO).

Kalangan pelaku media menyambut migrasi TV digital dengan antusias.

Menurut Founder dan CEO Dreamlight World Media (DWM) Eko Nugroho MBA, digitalisasi pertelevisian Indonesia suatu keharusan dan tak bisa ditawar untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Baca Juga: PSIS Semarang Vs Madura United: 3 Pilar Mahesa Jenar Absen, Dragan Siapkan Pengganti

Ditemui pada Jumat 28 Januari di Studio DWM Ungaran, Kabupaten Semarang, Eko Nugroho kreator program reality showmengatakan, ihwal digitalisasi perkaranya bukan lagi penting atau tidak penting, tapi sebuah keharusan.

"Mau tidak mau harus mengikuti perubahan, karena Indonesia sudah tertinggal 10 tahun dalam digitalisasi ini. Negara-negara lain sudah lama menerapkan siaran digital, sementara kita baru akan meninggalkan cara analog," kata dia.

Digitalisasi, kata dia, akan memudahkan penyampaian materi ini bagaikan membuka keran distribusi materi lebih deras lagi sehingga ke depan tidak mungkin lagi memfilter materi mana yang baik dan buruk kecuali dengan algoritma AI.

Baca Juga: Meriahkan Imlek? Yuk Bikin Kue Keranjang Sendiri, Enak dan Mudah Dibuat

Lalu jika digitalisasi telah dimulai, perlukah penyelenggara siaran menata program siarannya?

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X