Migrasi TV Digital: STB Tidak Bersertifikat Kominfo? Ini Risiko yang Mengancam

- Senin, 17 Januari 2022 | 11:12 WIB
Set Top Box (STB) dan perangkat harus sudah tersertifikasi. (suaramerdeka.com / dok. Kominfo)
Set Top Box (STB) dan perangkat harus sudah tersertifikasi. (suaramerdeka.com / dok. Kominfo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Migrasi dari TV analog ke TV digital akan berlangsung tiga tahap hingga 2 November 2022.

Semua tayangan televisi, baik itu sinetron, berita, olahraga atau acara yang jadi favorit berangsur dimatikan. Untuk bisa terus menonton acara televisi, masyarakat harus beralih ke siaran TV digital.

Pemilik pesawat TV analog yang tidak berencana mengganti televisi, cukup menambahkan Set Top Box (STB) untuk migrasi ke TV digital.

Antena rumah yang sebelumnya digunakan untuk menangkap siaran analog juga tidak perlu diganti saat migrasi TV digital.

Baca Juga: Penerapan ETLE Polda Jawa Tengah Jadi Percontohan, Dinilai Efektif dan Tertinggi di Indonesia

Fungsi STB sendiri untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV analog biasa.

Hingga saat ini, Kominfo telah melakukan sertifikasi STB yang diperdagangkan di Indonesia.

Saat membeli STB atau pesawat televisi digital sangat disarankan memiliki keterangan produk telah tersertifikasi Kominfo.

Tanda sertifikasi STB merupakan jaminan atas kecocokan, keselarasan dan keoptimalan fungsi piranti.

Baca Juga: Baru Kenal NFT, Lanang Cikal Beli Lukisan Ridwan Kamil Seharga Rp 45,9 Juta

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X