Apple Jadi Korban Ransomware, Pakar: Jadi Pembelajaran Semua Tim IT Dunia

- Minggu, 6 Juni 2021 | 11:30 WIB
Logo Apple. (apple.com)
Logo Apple. (apple.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Belum lama ini ramainya kabar bahwa perusahaan pemasok perangkat Apple, bernama Quanta diretas oleh sekelompok geng peretas bernama REvil.

Geng hacker tersebut melalui skema ransomware berhasil mencuri cetak biru produk Apple. Akibatnya setiap harinya, blueprint produk Apple tersebut diunggah secara bertahap di forum peretas (dark web).

REvil juga kemudian meminta tebusan US$ 50 juta atau Rp 726 miliar. Pakar keamanan siber Pratama  Persadha menjelaskan bahwa serangan ransomware serupa bisa saja menimpa berbagai perusahaan swasta dan lembaga negara di tanah air.

Baca Juga: Minggu Pagi, Gunung Merapi 2 Kali Luncurkan Guguran Awan Panas

Chairamn lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini menambahkan, pada tahun 2020 juga banyak kasus serangan ransomware yang dialami perusahaan besar contohnya Garmin dan Honda. 

Yang jelas adalah tidak ada sistem yang 100 persen aman, yang dapat menghalau semua serangan siber pada saat sekarang dan di masa depan.

Cara terbaik ke depan adalah melalui mitigasi risiko. Nantinya, seluruh karyawan dan juga para pemain platform perlu diatur bahwa ada beberapa rules yang wajib diterapkan untuk memastikan keamanan siber yang lebih baik.

"Kasus ini sebenarnya menjadi sebuah pembelajaran bagi semua tim IT di dunia atas keamanan dari file-file sensitif dan dalam melindungi data perusahaan. Jika melihat dari perkembangan serangan yang semakin besar selama pandemi terutama karena WFH, perusahan-perusahaan besar terlihat meningkatkan anggaran belanja keamanan sibernya," terang Pratama.

Baca Juga: UGM Akan Terima 3.240 Mahasiswa Melalui Jalur Seleksi CBT-UM

Microsoft yang telah mensurvei , hampir 800 perusahaan di negara-negara maju maka 58 persen telah meningkatkan  budget keamanannya.

Sebesar 82 persen perusahaan berencana untuk menambah staf  keamanannya, dan 81 persen responden merasa tertekan untuk menurunkan biaya keamanan pada perusahaan.

Maka tidak lupa untuk para perusahaan membekali pegawainya dengan aplikasi VPN untuk bekerja dari jarak jauh.

Selain itu, agar tak mengandalkan aplikasi VPN perlu juga diterapkan  Zero Trust Network Access (ZTNA) dan Secure Access Service Edge (SASE)  jika perusahaan mempunyai anggaran keamanan yang besar.

"Sebelumnya di tanah air sendiri sempat ada kabar bahwa Pertamina diserang oleh ramsomware RansomEXX, namun perusahaan plat merah itu belum melakukan konfirmasi terkait hal tersebut. Namun dari info yang didapat ada juga beberapa perusahaan tanah air lain yang juga terkena serangan tersebut,” tegas Pratama

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB
X