Perlindungan Data Pribadi, Kuncinya Ada pada Pemilik

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 12:15 WIB
Data Personal (Ilustrasi Pikiran Rakyat)
Data Personal (Ilustrasi Pikiran Rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur Informasi Polhukam Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Bambang Gunawan mengatakan masyarakat sebenarnya bisa mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi dengan beragam cara.

Bambang mengatakan salah satu kunci pelindungan data pribadi sebenarnya ada pada pemilik data pribadi itu sendiri.

Tentunya, penyalagunaan data bisa diantisipasi dengan tidak membagikan informasi pribadi kepada sembarangan pihak. Ini tiga langkah antisipatif untuk melindungi data pribadi.

Baca Juga: Kartu Prakerja Dongkrak Wirausahawan Naik 13 Persen, Ini Penjelasan Airlangga

“Masyarakat bisa mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi dengan beragam cara. Tentunya, penyalagunaan data bisa kita antisipasi sebetulnya dengan tidak membagikan informasi pribadi kita kepada sembarangan pihak,” kata Bambang dalam Webinar Virtual bertajuk “Cermat dan Kritis Melindungi Data Pribadi di Ruang Siber” dari Tangerang Selatan pada Kamis (3/6).

Direktur Informasi dan Komunikasi Polhukam itu mengungkapkan langkah-langkah antisipatif untuk melindungi data pribadi yang bisa dilakukan setiap orang.

“Pertama, tidak membagikan informasi pribadi kepada sembarang pihak. Kedua, abaikan tautan yang mencurigakan dan hanya gunakan perangkat lunak yang asli. Ketiga, lakukan penggantian kata sandi (password) serta backup data penting secara rutin,” tuturnya.

Baca Juga: Anggota KPK Ungkap Perjuangan Menolak TWK, Begini Kisahnya

Menurut Bambang, apabila masyarakat ingin membagikan data-data kepada orang lain sebaiknya mau meluangkan waktu lebih banyak dan berpikir lebih mendalam sebelum mengambil keputusan untuk membagikan data pribadinya.

“Tidak semua orang kita bagikan gitu kan, kadang-kadang juga tanpa disadari kita memasukkan nomor handphone kita, nah ternyata handphone kita digunakan oleh orang lain untuk menawarkan produk-produk tanpa kita ketahui dapat dari mana padahal sebetulnya dari kita sendiri,” tuturnya.

Mengenai langkah kedua, dia mengingatkan agar selalu mengabaikan adanya tautan atau lampiran (attachment) yang mencurigakan.

Baca Juga: Datascrip Adakan Program Vaksinasi Gotong Royong untuk Karyawan

 “Jadi, kalau kira-kira tautan itu mencurigakan ya tidak usah kita tanggapi, kita abaikan saja,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat dapat melindungi penyalahgunaan data pribadi pada komputer, gawai, dan perangkat lainnya yang digunakan dengan menggunakan perangkat lunak yang asli bukan software yang bajakan.

‘’Langkah ini juga sebagai salah satu sistem pertahanan atau sistem kekebalan imunisasi pada perangkat dan pastikan selalu menggunakan antivirus yang selalu update,” katanya.

Yang tidak kalah pentingnya, hindari penggunaan kata sandi yang gampang ditebak seperti menggunakan tanggal lahir karena dapat memicu seseorang melakukan penyalahgunaan data.

 “Secara periodik kita ganti dan menggunakan password lebih bervariasi dengan huruf-angka, huruf besar-huruf kecil, kira-kira seperti itulah dan gunakan yang susah ditebak orang,” katanya.

Selain itu, perlu melakukan backup data secara rutin dan apabila mengidentifikasi terjadi satu tindak kejahatan siber, maka masyarakat harus segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

“Ini khusus untuk yang menyangkut dengan eksploitasi, katakanlah pemerasan, penindasan, pencurian identitas, maka sudah seharusnya kita laporkan kepada yang berwajib, ” jelas Direktur Bambang.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB

Internet 5G Bakal Dongkrak 4 Sektor Industri Ini

Senin, 21 Juni 2021 | 17:35 WIB
X