Waah! Bosan di Rumah, Euforia saat Libur Panjang Datang

Andika
- Sabtu, 26 Desember 2020 | 08:33 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

LIBUR panjang Natal dan Tahun Baru 2021 di tengah pandemic Covid-19, tahun ini, tentu akan sangat berbeda dari liburan tahun lalu. Pandemi Covid-19 yang belum mereda menjadikan kita waswas melakukan perjalanan wisata, menikmati suasana tahun baru atau bahkan sekadar keluar rumah pun harus ekstra hati-hati.

Jauh-jauh hari Satgas Penanganan Covid-19 mewanti-wanti momen libur panjang acap memicu peningkatan kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Mobilitas warga di tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko dan membahayakan keselamatan dan kesehatan. Lantas Pemerintah pun memangkas hari libur dan cuti nasional Natal dan Tahun Baru 2021.

Yang terbaru, Pemerintah memberlakukan aturan ketat bagi warga pelaku perjalanan baik darat maupun udara. Rapid test antigen bahkan tes PCR menjadi salah satu persyaratan. Aturan ketat itu dimaksudkan untuk mencegah dan menekan agar orang tidak bepergian keluar rumah saat liburan panjang nanti.

"Pada dasarnya sebagai warga setuju karena perkembangan Covid-19 kembali tinggi. Tapi disisi lain warga juga merasa jenuh, kalau mendengar kata liburan itu seperti euforia, ditambah dari pemerintah seolah melarang tapi mengizinkan dengan tetap melakukan protokol kesehatan," kata Kustriyono, warga perumahan Emerald Jaya, Jumat (25/12).

Lantas bagaimana suasana/gairah warga menyongsong tahun baru? Apakah masih tertarik merayakan malam pergantian tahun di masa pandemi. "Karena saat ini pandemi tentunya tidak akan semeriah sebelumnya. Yang pasti semua berharap tahun depan lebih baik lagi, kondisi normal lagi, minimal ada perbaikan di sisi ekonomi khususnya bagi pekerja yang terdampak karena terasa sekali," katanya.

"Ya kalau bisa di rumah saja nggak usah pergi pergi, tapi jika tetap ingin pergi paling tidak cari tempat aman, yang tidak terlalu ramai. Hotel bisa jadi tempat pilihan merayakan pergantian tahun karena mereka tentu menerapkan protokol kesehatan dengan cukup ketat," kata Yono.

Aturan ketat itu untuk mencegah dan menekan agar orang tidak bepergian keluar rumah saat liburan panjang. Namun aturan ketat tersebut nampaknya masih dianggap masyarakat bukan halangan untuk bisa melakukan perjalanan luar kota untuk mudik maupun berlibur akhir tahun. Tempat wisata, hotel dan mal pun sudah jauh hari menyambut para wisatawan untuk berlibur saat Natal dan Tahun Baru.

Walaupun dengan aturan ketat, pelaku usaha perhotelan dan objek wisata tetap berharap akan ada peningkatan kunjungan yang dibarengi dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Perhotelan pun merespon peraturan dari Pemkot Semarang secara positif.

Iva Choriati, Public Relations Manager Patra Semarang Hotel & Convention menuturkan aturan ketat hotel akan sangat membantu program Pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 di masa liburan. "Semua hotel telah konsisten menerapkan protokol kesehatan pada setiap aspek pelayanan terutama Patra Semarang Hotel & Convention telah menerapkan CHSE," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika

Terkini

Ini Cara Mudah Bikin Vlog lewat Smartphone

Kamis, 25 November 2021 | 19:20 WIB

HP Xiaomi 12X Siap Menjadi Smartphone Mini Super Canggih

Selasa, 23 November 2021 | 18:51 WIB
X