Digital Tak Membuat Tradisi Terpental

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:47 WIB
Ilustrasi digitalisasi Hotel Dafam, (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi digitalisasi Hotel Dafam, (suaramerdeka.com / dok)

Pada 1985 misalnya sudah membuat turbin sendiri. Dalam perkembangannya, mereka punya pembangkit sendiri, stasiun radio hingga televisi sendiri.

Sedangkan internet mulai masuk pada 2009. Hingga kini, internet itu sudah menghubungkan 29 dusun dan 4 desa ke dunia luar. Istilah COD, belanja online pun

Baca Juga: Melonpan, Tren Baru Roti dari Jepang yang Kerap Muncul di Anime

"Paradigma umum kan kawasan terpencil itu pasti terbelakang, teknologi ketinggalan tapi Kasepuhan Ciptagelar ada titipan keadatan yang sedikit berbeda. Karena konsep keadatan di kami, dasarnya adalah bisa ngigelan (mengikuti) zaman tapi bukan terbawa zaman.

Harus mampu memenuhi perkembangab zaman tanpa meninggalkan titipan keadatan, ketradisian," kata Jubir Kasepuhan Ciptagelar, Yoyo Yogasmana di kesempatan yang sama.

Dia pun menambahkan semangat dari konsep tersebut yang menekankan akan masa depan.

Karenanya, mereka mengaku tak terlalu mengkhawatirkan akan dampak yang ditimbulkan dari kehadiran teknologi tersebut.

Terlebih, penggunaannya benar-benar sudah diperhitungkan dari sisi hukum adat mereka termasuk dalam risiko terkena hukuman atas pelanggaran yang dilakukan.

Baca Juga: Tagar PolriSesuaiProsedur Muncul, Penegasan Polri Tak Khianati Tugasnya

Secara daring, penggiat TIK asal Pemalang Erni Sulistiowati menyatakan bahwa kehadiran penggunaan teknologi digital perlu dibarengi upaya pelatihan dan pendampingan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Google Maps Punya 3 Fitur Andalan Terbaru, Penasaran?

Rabu, 24 November 2021 | 14:41 WIB
X