Korban Bisa Trauma Seumur Hidup, Pelaku Bullying Merasa Aman

Rosikhan Anwar
- Minggu, 26 September 2021 | 14:24 WIB
Ilustrasi bullying. (unplash.com)
Ilustrasi bullying. (unplash.com)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Berbagai penelitian menyebutkan praktik bullying di dunia maya terus terjadi karena pelaku bisa menyembunyikan identitasnya.

Pelaku merasa aman di balik anonimitas sedangkan korban bisa trauma seumur hidup bahkan dapat berdampak mengakhiri hidupnya.

Hal itu terungkat dalam Digital Future Discussion #61 "Fenomena Cyberbullying pada Remaja di Indonesia" yang digelar Center for Digital Society (CfDS) dan Center for Life-Span Development (CLSD Fakultas Psikologi UGM).

Mereka mendapat dukungan dari Facebook Global Corporation.

Baca Juga: Sasar Bank Sampah Mawar, LPPM Unnes Dorong Produksi dan Komersialisasi Kerajinan Tangan

Andika Zakiy dari SEJIWA Program Coordinator mengungkapkan dalam diskusi tersebut fitur anonim dalam dunia digital memiliki dampak yang besar dalam peningkatan kasus dan korban di sosial media. Menurutnya anonimitas membuat pelaku cyberbullying merasa aman.

"Hal ini juga bisa didorong karena ketidakpuasan di dunia nyata yang kemudian diluapkan di sosial media. Digital emphaty yang rendah juga turut menorong maraknya cyberbullying," tandas Andika.

Nilai Positif

Ia menekankan pencegahan terjadinya cyberbullying dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai positif, seperti berempati, berekspresi positif, bertanggung jawab, dan menerapkan mode privasi pada akun media sosial.

Ekspresi positif dapat ditunjukkan dengan memberikan pujian, penghiburan, dan penghargaan untuk orang lain sehingga membentuk ekosistem digital yang positif.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Google Maps Punya 3 Fitur Andalan Terbaru, Penasaran?

Rabu, 24 November 2021 | 14:41 WIB

Digital Tak Membuat Tradisi Terpental

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:47 WIB
X