Kolaborasi Gmedia dan Soepra Radio Gelar Goes To School, Kenalkan Content Creator

- Jumat, 24 September 2021 | 13:38 WIB
Gmedia dan Soepra Radio sukses mengadakan Webinar Goes To School (GTS) melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh 80 orang peserta dari Daniel Creative School, Selasa 21 September 2021 lalu. (suaramerdeka.com/dok)
Gmedia dan Soepra Radio sukses mengadakan Webinar Goes To School (GTS) melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh 80 orang peserta dari Daniel Creative School, Selasa 21 September 2021 lalu. (suaramerdeka.com/dok)
 
JAKARTA, suaramerdeka.com - Gmedia dan Soepra Radio sukses mengadakan Goes To School (GTS) yang diselenggarakan pada Selasa 21 September 2021.
 
Mengangkat tema “Basic Skill for Content Creator“ bulan September ini, Webinar yang dilangsungkan melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh 80 orang peserta dari Daniel Creative School. 
 
Acara yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini dibuka oleh Host dari Gmedia, Adhitya Darmawan, dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Kesiswaan Daniel Creative School, Bapak Vincentius Wisnumurti.
 
Dalam kesempatan itu, Vincent menyampaikan rasa terimakasih kepada Gmedia dan Soepra Radio karena Daniel Creative School mendapatkan kesempatan program GTS ini.
 
“Saya mewakili kepala sekolah, menyampaikan terimakasih karena sudah mau mampir di sekolah kami. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk anak-anak mendapatkan materi yang diluar dari KBM biasa”, kata Vincent.
 
  
Acara dilanjutkan pemaparan materi dari masing-masing narasumber yang dimoderatori oleh Vanessa dari Soepra Radio. Pemateri yang pertama yaitu A. Dicky Prastomo S. IP., MA. yang merupakan Dosen DKV UNIKA, juga pernah bekerja di industri pertelevisian menyampaikan bagaimana Content Creator harus memperhatikan dan mempertanggungjawabkan konten yang mereka buat.
 
“Jadi banyak lho, Content Creator yang bikin konten asal posting, viral, terus jadi kasus. Nah, sebisa mungkin kita jangan seperti itu. Cari konten-konten yang dekat dengan kita. Jadi tetap waspada dan hati-hati, tapi jangan membuat kreativitas kita terhambat," terang Dicky.
 
Dicky juga menyampaikan bagaimana pentingnya perencanaan dalam membuat konten. Hal ini memudahkan kita dalam mengatur dan membuat variasi dalam unggahan konten di sosial media.
 
“Perencanaan itu penting, jadi misal dalam seminggu mau upload berapa kali, di hari apa, di jam berapa. Kalau sudah tau itu. kita juga bisa menentukan per-postingan berisi materi apa. Mau itu tips & trick, info-info dan lain sebagainya.
 
 
Kalau semua sudah terencana, pasti akan rapi. Next step nya ya kuasai software-software penunjang nya. Editing foto, video dan sebagainya," tambah Dicky.
 
Berikutnya pemateri kedua yaitu Muhammad Pradytio atau biasa disapa Kak Adyt, merupakan Business & Program Director of Impala  Network. Adyt sendiri sudah terjun di dunia industri sejak SMA, dan saat ini juga menjadi Brand Consultant untuk beberapa produk. Dalam pemaparannya, Adyt fokus kepada bagaimana konten di sosial media memiliki kelompok-kelompok tertentu.
 
“Jenis-jenis konten itu ada 3 yaitu konten yang sifatnya menghibur, konten yang mengedukasi, dan konten untuk mengajak. Jadi kita harus paham dulu sebelum eksekusi lebih dalam, kita tu mau pakai jenis konten yang mana," jelasnya.
 
 
Selain kelompok konten, Adyt juga memberikan tips and trick bagaimana menjalin komunikasi, membangun channeling, hingga cara menentukan target audience di sosial media.
 
“Menjalin komunikasi dengan audience itu penting, karena bisa meningkatkan engagement. Kalau diimplementasikan kedalam konten, bisa dengan cara buat kalimat-kalimat yang orang bisa menjawab/ ajukan pertanyaan di caption, ikuti trend, microblog sampai giveaway/promo.
 
Kalau komunikasinya sudah terbangun bangun channeling melalui whatsapp business, Instagram shop, eccomerce, dan website. Kita follow up mereka di berbagai platform dan fitur. Tapi jangan lupa dengan target audience kita ya. Bisa mulai dari lokasi, umur, gender, sampai status sosial. Semakin rinci semakin baik," kata Adyt membeberkan.
 
 
Kegiatan yang diselenggarakan untuk memberikan edukasi tambahan kepada murid-murid SMA/SMK dengan tema/topik tertentu ini ditutup oleh Vincentius Wisnumurti.
 
“Materi yang diberikan sangat bermanfaat sekali. Tidak hanya bagi siswa tetapi juga untuk guru-guru. Hal ini menjadi menarik, karena murid-murid disini beberapa sudah ada yang memulai bisnis. Jadi dengan adanya program ini, bisa menunjang proses jualan mereka dan membakar motivasi murid-murid lain untuk mulai membuat," tutup Vincent.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digital Tak Membuat Tradisi Terpental

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:47 WIB

WhatsApp Down, Aplikasi AyoTalk Jadi Alternatif

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:51 WIB

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB
X