Kontes Robot Jalan Terus, Ratusan Tim Berkompetisi Secara Daring

- Kamis, 23 September 2021 | 14:55 WIB
Ruang monitor penjurian kontes robot secara daring.(Foto: ist)
Ruang monitor penjurian kontes robot secara daring.(Foto: ist)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Ratusan tim robot dari seluruh Indonesia berkompetisi dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Wilayah.

Ajang tersebut digelar Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puspresnas Kemdibud Ristek) dengan UGM sebagai tuan rumah.

Koordinator Pokja Dikti Puspresnas, Rizal Alfian MA mengungkapkan sebanyak 278 tim robot dari 107 perguruan tinggi Indonesia mengikuti kompetisi.

Kompetisi digelar secara daring mulai 22 September hingga 1 Oktober 2021.

Baca Juga: Vicky Prasetyo Sempat Bertemu Bahas Bisnis sampai Berjam-jam: Mas Tukul Sehat Banget

Ia menjelaskan KRI Wilayah dikelompokkan dalam dua bagian yakni KRI Wilayah I dan KRI Wilayah II.

Pada KRI Wilayah I diikuti 140 tim mahasiswa dari 54 perguruan tinggi di wilayah Indonesia bagian barat dan KRI Wilayah II diikuti 138 tim mahasiswa dari 53 perguruan tinggi di wilayah Indonesia bagian timur.

"Ajang KRI merupakan kontes robotika tahunan untuk memfasilitasi minat, ide, serta kreativitas mahasiswa dalam bidang teknologi robotika."

"Mahasiswa tidak hanya bersemangat mengembangkan robot untuk kontes namun juga memiliki semangat juang memberikan solusi pada problematika masyarakat," tandas Rizal.

Baca Juga: Universitas Putra Bangsa Jaring 665 Mahasiswa Baru Lewat 4 Jalur Seleksi

Banyak Talenta

Ia mengamati dari KRI menunjukkan Indonesia memiliki segudang talenta di bidang robotika. Hasilnya bisa digiring ke industri sehingga memberikan manfaat dan menawarkan solusi melalui robot dan teknologi.

Salah satu dewan juri KRI, Prof Benyamin Kusumoputro mengatakan tahun 2021 menjadi tahun kedua penyelenggaraan KRI secara daring.

Menurutnya, terdapat dua tantangan utama yakni fairness dan fairplay.

Baca Juga: Vaksinasi di Kabupaten Semarang, Bupati: Ada Data yang Belum Sinkron

Fairness berarti semua tim memiliki kemampuan teknologi dan infrastruktur yang sama sedangkan fairplay yaitu tim yang berkontes bisa bermain jujur.

Ia mengakui melaksanakan kompetisi daring secara fairness sangat sulit karena terdapat ketidaksamaan infrastruktur di setiap wilayah Indonesia.

Misalnya, terkait persoalan jaringan seperti terjadi gangguan di Pulau Jawa biasanya berlangsung 3-5 detik, tetapi di luar Pulau Jawa bisa lebih dari 10 detik.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Ini Cara Mudah Bikin Vlog lewat Smartphone

Kamis, 25 November 2021 | 19:20 WIB

Google Maps Punya 3 Fitur Andalan Terbaru, Penasaran?

Rabu, 24 November 2021 | 14:41 WIB

HP Xiaomi 12X Siap Menjadi Smartphone Mini Super Canggih

Selasa, 23 November 2021 | 18:51 WIB

Migrasi TV Digital Perluas Cakupan TV Terestrial

Senin, 22 November 2021 | 10:35 WIB
X