Konsep Sky Trem Ramah Lingkungan dan Bebas Macet, Antisipasi Pendatang Baru

- Kamis, 16 September 2021 | 16:43 WIB
Perancang Sky Trem untuk mengantisipasi pendatang baru pasca pandemi/Foto Istimewa
Perancang Sky Trem untuk mengantisipasi pendatang baru pasca pandemi/Foto Istimewa

OGYAKARTA, suaramerdekacom - Lonjakan arus penduduk bakal terjadi ketika kondisi berangsur-angsur membaik. Daerah Istimewa Yogyakarta salah satu kota terpopuler di Indonesia menjadi salah satu yang bakal menerima luapan manusia.

Mereka bukan saja pelancong tetapi juga pelajar dan mahasiswa.

Masuknya pendatang lama dan baru mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk dan juga volume kendaraan.

Ini bisa menimbulkan permasalahan transportasi seperti kemacetan dan peningkatan jumlah emisi gas buang.

Transportasi massal merupakan salah satu kebijakan yang bisa diambil untuk mengurai kemacetan.

Salah satunya, bus Trans Jogja untuk melayani kebutuhan transportasi umum.

Baca Juga: Percepatan Vaksinasi Covid-19 Berdampak Naiknya Okupansi Hotel

''Tapi keberadaan angkutan itu ternyata belum mampu menjawab berbagai masalah transportasi. Ketersediaan transportasi umum yang kurang memadai berakibat pada peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang memiliki efek peningkatan polusi udara,'' papar mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Cecep Wahyu Cahyana.

Melihat kondisi tersebut, ia bersama Reyhan Aditya Adam dari Prodi Pendidikan Teknik Mekatronika dan Prawesti Eka Listyaningrum dari Prodi Akuntansi merancang alat transportasi ramah lingkungan dan bebas kemacetan, Sky Trem.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Playoff MPL ID Season 8: RRQ Hoshi Kena Sanksi

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:49 WIB

Playoff MPL ID Season 8 Tinggal Beberapa Jam Lagi

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:18 WIB

Digital Tak Membuat Tradisi Terpental

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:47 WIB
X