Cyberbully, Kenali Bentuk dan Cara Pencegahan Serta Menghadapinya

- Rabu, 15 September 2021 | 06:16 WIB
ilustrasi cyberbuullying. (unicef.org)
ilustrasi cyberbuullying. (unicef.org)

BANDUNG, suaramerdeka.com -  Banyak manfaat positif yang didapat dari berinteraksi di dunia maya, namun tak sedikit dampak negatif yang dihadirkan, seperti cyberbully

Aksi cyberbully lebih dikenal sebagai perundungan atau menghina seseorang di dunia maya.

Banyak dampak negatif dari aksi cyberbully, baik untuk pelaku maupun korban yang bisa terkena depresi.

Harus dihindari sejak dini, kegiatan cyberbully umumnya tak disadari orang sebagai perilaku perundungan.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Diperiksa sebagai Saksi Kasus Penghinaan terhadap Diri dan Anaknya: Berjalan Lancar

Bahkan di antara masyarakat, masih ada yang menganggap cyberbully sebagai sesuatu yang wajar.

Yang patut diwaspadai, perundungan tipe ini justru paling banyak dijerat hukum karena buktinya sangat mudah didapat melalui rekam jejak di dunia internet.

Pelaku perundungan dengan tipe ini juga dapat dijerat dengan UU ITE dan pencemaran nama baik.

Baca Juga: Chelsea Vs Zenit St Petersburg: The Blues Menang 1-0 via Gol Tunggal Lukaku

Seperti kasus pelaporan hatters yang banyak dilakukan sejumlah artis akhir-akhir ini.

Bentuk Cyberbully

Bentuk cyberbully sendiri bermacam-macam.

Berikut adala macam-macam bentuk perundungan digital yang harus dihindari:

1. Cyberbully terhadap fisik

Cyberbully secara verbal ini tak kasat mata, namun dampaknya sangat bisa dirasakan oleh hati.

Contoh umumnya adalah menghina, mengejek, mencela, sampai meneror.

Cyberbully biasanya berbentuk kekerasan verbal yang disampaikan lewat media sosial.

Kebanyakan Cyberbully yang menyinggung fisik dilakukan dengan mengejek tubuh seseorang atau body shaming.

2. Cyberbully berunsur SARA, dan Seksual

Bentuk hinaan pun bukan sekedar fisik, tapi bisa berkaitan dengan hal-hal seputar SARA, etnis, status ekonomi, hingga orientasi seksual.

Maka itu hati-hati saat berkomentar soal keyakinan dan gender seseorang.

3. Cyberbully secara sosial

Gosip atau rumor yang menyudutkan seseorang bisa masuk dalam kategori cyberbully sosial.

Pasalnya hal tersebut dapat menyebabkan seseorang dijauhi oleh kelompok sosialnya.

Maka itu, jika kamu mendengar rumor atau gosip tentang seseorang, lebih baik jangan didengar apalagi disebarkan.

Salah-salah, kamu malah bisa melakukan tindakan cyberbully yang bisa merugikan orang lain.

Grafis Cyberbully. (Kemenkominfo)

Kenapa Kamu Tidak Boleh Melakukan Cyberbully?

Ingat, Cyberbully adalah prilaku yang tidak baik.

Jika kamu melakukannya atau bahkan ikut-ikutan melakukannya artinya kamu sedang merusak kehidupan seseorang.

Selain itu, ada beberapa alasan lain, mengapa kamu tidak boleh ikut-ikutan melakukan cyberbully:

Mengarah pada fitnah

Cyberbully bisa mengarah pada fitnah dan menyakiti perasaan korban.

Cyberbully melanggar etika sopan santun bermedia sosial.

Bersikaplah kepada orang lain seperti kita ingin orang lain bersikap kepada kita.

Maka itu bersikaplah sopan di media sosial jika kamu juga ingin diperlakukan secara sopan.

Apa yang kita lakukan di internet dapat tersimpan

Ada jejak digital yang akan menyimpan rekam jejak kita di internet selamanya.

Apa yang kita lakukan saat ini dapat berpengaruh pada kehidupan kita di masa mendatang.

Pikirkan dampak dari cyberbully

Korban dapat mengalami dampak serius seperti gelisah, sedih, depresi, dan bahkan dapat mendorong korban melukai diri sendiri atau bunuh diri.

Mencegah Cyberbully

Jika sudah mengetahui bentuk-bentuk cyberbully, sudah seharusnya kamu tidak melakukannya.

Nah, agar cyberbully tidak marak terjadi, kita harus melakukan tindakan pencegahan.

Pencegahan cyberbully sendiri wajib dilakukan dari sejak dini.

Anak-anak perlu diberitahu mengenai berbagai macam bentuk cyberbully.

Mereka juga mesti memahami bahwa perbuatan tersebut tidak boleh dilakukan.

Selain lewat pendidikan di sekolah, orang tua juga punya peran penting untuk memberi tahu anak tentang apa yang tidak boleh mereka lakukan.

Saat sedang bersama anak, ibu atau ayah sebaiknya mengajari anak tentang sopan santun dan nilai-nilai sosial.

Anak juga perlu diajarkan soal kesetaraan, di mana semua manusia sama dan tidak boleh saling merendahkan.

Cara Menghadapi Cyberbully

Jika kamu menjadi salah satu korban cyberbully, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

Diramu dari haibunda.com, buku pintar “1-2-3 Menjadi Netizen Cerdas”, doktergenz.hipwee.com dan aptika.kominfo.go.id, berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan jika terkena cyberbully:

1. Abaikan dan pergi

Jika kamu menjadi korban cyberbully, terutama verbal, lebih baik kamu mengabaikannya.

Kamu juga bisa langsung pergi meninggalkan orang yang merundungmu.

2. Cari Bantuan

Carilah bantuan pada orang yang lebih dewasa atau pihak yang berwenang jika kamu mengalami perundungan.

Laporkan cyberbully yang kamu alami.

Jika sudah begitu, orang yang kamu mintai bantuan setidaknya akan menegur atau memberi tahu pelaku perundungan untuk menghentikan aksinya.

Cari bantuan dari seseorang yang dapat kamu percaya seperti sahabat, saudara, orang tua, atau orang dewasa lainnya.

Namun jika kamu merasa tidak nyaman berbicara dengan seseorang yang kamu kenal, kamu bisa menghubungi konselor profesional lewat Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA) di nomor telepon 1500771 ataudi nomor handphone/ Whatsapp 081238888002

Blokir dan batasi akses orang yang melakukan cyberbullying terhadapmu.

Pelajari bagaimana cara mengubah pengaturan untuk mengontrol siapa yang dapat melihat profilmu, memberi komentar pada postingan kamu, dan mengirimimu pesan.

Jangan lupa untuk menyimpan bukti cyberbullying.

Catat tanggal, waktu, dan kronologi kejadian saat cyberbullying terjadi.

Cetak tangkapan layar (screenshot) dan simpan dengan aman.

Gunakan bukti ini untuk melaporkan cyberbullying.

3. Jalin Persahabatan

Jalinlah persahabatan tidak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia nyata.

Pertemanan positif di dunia maya bisa memberikanmu dukungan apabila terjadi perundungan.

4. Jangan Membalas Aksi Pelaku

Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbully akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini.

5. Laporkan pada pihak yang dipercaya

Jika kamu menjadi korban, kamu harus melapor pada orang tua, guru, tenaga konseling di sekolah atau ke penegak hukum seperti polisi.

Selain melindungi korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.

Selain itu, kamu bisa melaporkan konten yang mengandung penghinaan, SARA, dan hate speech ke Layanan Aduan Konten dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Caranya sangat mudah.

Kamu cukup membuat akun di website https://layanan.kominfo.go.id/ dan memasukkan bukti screenshot atau link terkait situs dan konten media sosial yang melanggar UU ITE.

Proses permohonan dapat kamu lihat pada akunmu.

Setelah kamu mengirim permohonan, akan dilakukan proses verifikasi untuk menguji apakah konten dalam situs atau media sosial tersebut menyalahi aturan perundangan.

Jika ditemukan pelanggaran peraturan perundangan, Kominfo akan meneruskan proses pemblokiran ke penyedia platform yang bersangkutan.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan saat menghadapi tindakan perundungan.

Ingat, jangan sampai kamu kalah oleh cyberbully sebab tindakan tersebut harus dilawan.

Jangan cemas saat menghadapi cyberbully.

Pasalnya saat ini pemerintah sangat memperhatikan fenomena tersebut.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Siberkreasi dan Kemenkominfo.

#MakinCakapDigital Meski di Tengah Pandemi

a. Masa pandemi Covid-19 dan aturan PPKM membuat kita harus tetap belajar dan bekerja di rumah menggunakan gadget dan internet.

b. Penting bagi orang tua mendampingi anaknya saat sedang online.

c, Bagi para remaja dan yang sudah dewasa tetap harus memperhatikan etika dan rambu-rambu saat beraktivitas di dunia maya.

d. Bersama kita dapat cegah risiko dunia maya semisal: cyber bully, pelanggaran privasi, paparan konten negatif hingga kejahatan siber dan penipuan online.

e.Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi adalah ajang untuk mengasah pengetahuan tentang dunia siber serta membangun kecakapan SDM era digital

f. Bersama Siberkreasi, #MakinCakapDigital, kreatif dan produktif.

g.Scan untuk info lebih lanjut: (QR Code) atau kunjungi https://info.literasidigital.id

Sumber:

1. https://www.haibunda.com/parenting/20200910133020-61-161188/7-cara-menghentikan-mencegah-cyberbully-pada-anak

2. buku pintar “1-2-3 Menjadi Netizen Cerdas”

3. https://doktergenz.hipwee.com/cyberbullying-lapor-kemana/

4. https://aptika.kominfo.go.id/2020/09/strategi-kominfo-cegah-cyberbullying-saat-pembelajaran-daring/. (adv)***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB

Internet 5G Bakal Dongkrak 4 Sektor Industri Ini

Senin, 21 Juni 2021 | 17:35 WIB
X