Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

- Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB
Peretasan data/Ilustrasi Tasimalaya Pikiran Rakyat
Peretasan data/Ilustrasi Tasimalaya Pikiran Rakyat

Padahal, peran mereka bisa dioptimalkan termasuk dalam lelang di KPU terkait siber dan data misalnya yang bisa saja ditiadakan guna mencegah penyimpangan.

"Kasus-kasus bocor kan bisa disebut, dari mulai data di marketplace, data pasien Covid-19, hingga data KPU. Ini kan nantinya berkaitan dengan protokol yang bisa dikeluarkan BSSN," jelasnya.

Baca Juga: Simulasi PTM di 3 Sekolah, Bupati Pantau Langsung: Syarat Prokes Semua Terpenuhi

Anggaran Dipotong 50 Persen

Hal senada dilontarkan Anggota Komisi I DPR RI, M Farhan di webinar yang sama. Dia bahkan merasa prihatin dengan nasib BSSN. Lembaga tersebut sejatinya merupakan benteng pertahanan siber.

"Tapi kesannya kan dicuekin. Anggaran tahun lalu saja dipotong sampai 50 persen. Bukan lagi memprihatinkan tapi mengkhawatirkan. Mereka cyber defence tapi kan seperti undermining, keamanan siber ini jadinya kesannya gak ada, akibatnya ya sekarang ini (kasus-kasus data bocor)," jelasnya.

Politisi Nasdem itu tak menampik kondisi tersebut kemungkinan tak terlepas dari legal formal lembaga itu yang hanya berbekal Perpres. Pihaknya sempat berupaya memperkuat payung hukum BSSN.

Baca Juga: Kolaborasi Coldplay-BTS Rilis Single 'My Universe', Ini Tanggapan Warganet

"Sempat sebagai lembaga baru akan kita jadikan motor, dalam pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, masuk Prolegnas prioritas tapi iniasiatif pemerintah kemudian ditarik lagi, rimbanya sekarant gak tahu lagi.

Penguatan BSSN seperti tak diharapkan, dalam kaitan data ini, kita juga utang RUU Perlindungan Data Pribadi, macet," jelasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Sembunyikan Status Online GB WhatsApp

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:36 WIB

VPS NVMe vs VPS SSD, Apa Perbedaannya?

Kamis, 1 Desember 2022 | 12:05 WIB
X