• KANAL BERITA

Tim Voli Putra Solo Kalah Ulet dari Tim POR AD Papua

Uji Coba Jelang Porprov

SPIKE: Seorang pemain tim putra voli Solo melepas pukulan spike dibayangi blok pemain tim POR AD Papua pada pertandingan uji coba di Gelanggang Pemuda Bung Karno Manahan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
SPIKE: Seorang pemain tim putra voli Solo melepas pukulan spike dibayangi blok pemain tim POR AD Papua pada pertandingan uji coba di Gelanggang Pemuda Bung Karno Manahan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Tim voli putra Solo kalah ulet dari tamunya, skuad Kodam XVII/Cendrawasih Papua yang disiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Angkatan Darat (POR AD). Tim Kota Bengawan proyeksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 tersebut takluk 2-3 dalam duel uji coba di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan, Kamis (28/6) malam.

Terlebih dulu tertinggal 20-25 pada set pertama, anak-anak Solo menyamakan kedudukan setelah merebut nilai 25-21. Di set ke tiga, Fajar dkk bahkan kembali merebut kemenangan 25-19. Namun pada set ke empat, mereka kembali kalah 20-15 dari tim POR AD asal Papua itu. Selanjutnya di set penentu, tim Solo yang dibesut pelatih Sutrisno sebenarnya sempat memimpin hingga 10-6. Namun pada perebutan angkat berikutnya hingga selesai, mereka kembali menyerah, 22-25.

"Set kelima memang dibablaskan sampai 25, bukan berakhir di angka 15, karena pertandingan sifatnya uji coba. Jadi hanya untuk saling mengukur kemampuan masing-masing tim," kata Sutrisno, Jumat (29/6).

Pria yang sehari-hari berdinas sebagai karyawan Dinas Perhubungan Surakarta itu menilai, performa tim Solo menunjukkan perkembangan positif. Skema-skema serangan relatif bagus dan bervariasi. Kerja sama antarawak tim juga meningkat, meski terkadang masih terjadi beberapa kali salah pengertian.

Sutrisno justru menyoroti problem dari sisi pertahanan. Menurutnya, blok-blok anak-anak cukup rapat dalam membendung spike lawan. Namun saat bola menerobos ke lapangan belakang, sering tidak terjangkau. "Pertahanan di sektor belakang kurang ulet.  Seringkali pemain di belakang kurang antisipasi. Di sisi lain, servis beberapa pemain kurang akurat sehingga menimbulkan kerugian sendiri," tuturnya.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Solo Agus Suyanto juga menyebut adanya progres positif tim putra. "Kerja sama, kekompakan, permainan secara umum cukup baik, meski harus tetap ada pembenahan. Lagi pula, tiga pemain tim putra tidak bisa bergabung karena baru berada di luar Solo," ungkap Agus.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)