• KANAL BERITA

Mantan Pegulat Nasional Asep Hanafiah Tutup Usia

BERSAMA ATLET: Asep Hanafiah (paling kiri) bersama atlet gulat. (suaramerdeka.com / dok)
BERSAMA ATLET: Asep Hanafiah (paling kiri) bersama atlet gulat. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dunia gulat Indonesia tengah berkabung. Salah satu mantan pegulat nasional, Asep Hanafiah meninggal pada usia 56 tahun di Bandung, Minggu (10/6). Pegulat legendaris asal Jabar tersebut mengembuskan napas terakhir pukul 13.49 WIB saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Santosa, Bandung.

Menurut Bambang Erawan, adik kandung Asep Hanafiah, almarhum sudah lama menderita sakit ginjal dan gula. "Beliau sudah sering dirawat di rumah sakit, terakhir di bawa ke Santosa Rabu lalu," ujar Bambang yang saat ini juga aktif sebagai pelatih gulat di Bandung.

Karena komplikasi ginjal dan diabetes itu, Asep mengundurkan diri dari kesibukannya di KONI Jabar, walau hingga saat terakhirnya masih mengabdi di Pengprov PGSI Jabar. Pada September 2015, almarhum Asep bahkan sempat tidak sadarkan diri selama tujuh hari di RS Santosa saat sakit gulanya kambuh.

Kabar duka meninggalnya salah satu pegulat legendaris Indonesia itu didengar timnas gulat Asian Games  yang tengah berlatih di Sofia, Bulgaria. Jabar menyumbang beberapa pegulat terbaiknya di skuad gulat Asian Games ini. "Kami timnas gulat mengucapkan duka cita yang mendalam atas berpulangnya senior yang menjadi kebanggaan ini. Beliau itu senior sekaligus mentor saya di gulat. Selamat jalan Kang," kata pelatih timnas gulat, Buyamin.

Ketua Umum PP PGSI Trimedya Panjaitan juga mengutarakan belasungkawanya. "Turut berduka cita yang mendalam," paparnya.  "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," imbuh manajer timnas gulat Asian Games Indonesia, Gusti Randa.

Bagi warga Jabar, almarhum Asep Hanafiah sangat dikenal dan sama legendarisnya dengan bintang-bintang olahraga Bumi Parahiyangan di masa lalu, seperti pesepak bola Ajat Sudrajat atau Robby Darwis. Almarhum Asep Hanafiah adalah langganan peraih medali di ajang PON, dari PON 1981, 1985, 1989, 1993, hingga 1996. Di pentas regional, almarhum terakhir membelas Kontingen Merah Putih di SEA Games 1987 Jakarta.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)