• KANAL BERITA

Perubahan Nama Istora GBK Jadi Blibli Arena Ditolak

Foto: Jakarta Globe
Foto: Jakarta Globe

JAKARTA, suaramerdeka.com - Stadion Istora Gelora Bung Karno yang dipakai tempat pertandingan bulu tangkis, namanya akan diganti jadi Blibli Arena. Rencana itu menuai pro dan kontra.

Salah satu yang tak setuju adalah Sarman Hakim, pemerhati olahraga sekaligus ketua umum Masyarakat Sepak Bola Seluruh Indonesia (MSBI).Sarman juga mempertanyakan rencana perubahan nama Stadion Istora menjadi Blibli Arena. Pasalnya, pemberian nama yang dilakukan Presiden Soekarno itu punya arti dan bertujuan sebagai perekat antar generasi.

"Kalau sampai nama Istora GBK itu diubah bisa menjadi preseden buruk. Apalagi, pergantian nama tersebut dengan dasar komersil. Nama Istora itu diberikan karena ada peristiwa besar yakni Indonesia menjadi penyelenggara Asian Games tahun 1962. Itu sangat bersejarah dan menjadi perekat antar generasi," kata Sarman di Jakarta, Jumat (11/5).

Menurut dia, tingginya biaya perawatan Istora GBK tidak bisa dijadikan alasan untuk perubahan nama tersebut apalagi sudah hampir 70 persen lahan di kawasan GBK yang tadinya hijau telah berubah fungsi.

"Penghasilan yang diperoleh dari biaya sewa lahan di kawasan GBK itu bukan hanya cukup, tetapi lebih untuk membiayai perawatan Istora dan Stadion Utama GBK. Lihat saja banyak kawasan komersil seperti hotel, pertokoan, apartemen dan mall dibangun di kawasan GBK," tegas Sarman yang tidak pernah bosan mengkampanyekan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di dalam maupun di luar negeri.

Secara khusus, Sarman mengingatkan Mensesneg Pratikno sebagai penanggung jawab kawasan GBK untuk tidak merealisasikan perubahan nama Istora menjadi Blibli Arena. "MSBI akan menuntut Pratikno jika Istora GBK sampai berubah nama," tegasnya.

Menyangkut pernyataan Menpora Imam Nahrawi yang tidak mempermasalahkan perubahan nama tersebut, kata Sarman, sebagai bukti bahwa kurangnya pemahaman Imam Nahrawi tentang sejarah nama Istora yang diberikan Proklamator RI. "Kalau Imam Nahrawi memahami arti sejarah pasti usulan perubahan nama tersebut akan ditolaknya," jelas Sarman.

Bagaimanapun, kata Sarman, nama Stadion Istora itu tidak boleh diubah. "Harusnya, kita mencontoh negara lain yang tidak pernah melupakan tempat sejarah olahraganya. Seperti Stadion Maracana (Brasil), Stadion Azteca (Meksiko), dan Stadion Wembley (Inggris) yang merupakan tempat sejarah pelaksanaan Piala Dunia yang terus dipertahankan," tandasnya.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)