• KANAL BERITA

Rio Maholtra Ingin Perbaiki Catatan Waktu dan Raih Tiket Olimpiade

Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal
Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com - Atlet lari gawang Indonesia, Rio Maholtra tak mau muluk-muluk menentukan target pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Rio mengaku ingin memperbaiki catatan waktu, sekaligus meraih tiket Olimpiade Tokyo 2020.

Saat ini, catatan terbaik Rio adalah 14,09 detik. Jika ingin memperoleh tiket ke Olimpiade, maka pada Asian Games mendatang dia harus memperoleh waktu 13,47 detik. Karenanya, atlet yang juga bertugas sebagai Paspampres ini terus mengasah kemampuan dan kecepatan agar target tersebut bisa tercapai. Pada bulan lalu, Rio sudah menjalani latihan di Amerika Serikat selama sebulan penuh. Hasilnya, dia mampu menggapai waktu 13,80 detik. Namun itu belum cukup lantaran masih terpaut 0,33 detik.

"Kalau bicara target, semua atlet pasti ingin emas. Tapi secara pribadi saya ingi  catatan waktu saya lebih baik lagi dan bisa meraih tiket Olimpiade. Saya akan ikut Korea Open pada Juni nanti untuk mempertajam waktu," ujar Rio saat menjadi pembicara pada acara Under Armour Fitness Challenge Test of Will 2018 di Atrium Senayan City, Jakarta, Jumat (4/5).

Test of Will merupakan kompetisi tantangan sirkuit berdurasi empat menit untuk menguji ketahanan diri yang digelar Under Armour, salah satu label olahraga di Indoneaia. Atlet yang mengikuti ajang tersebut harus melewati over and under, deadball squat, kettlebell farmer walks dan bear crawls. "Setiap peserta akan dinilai berdasarkan jumlah pengulangan terbanyak dan dilakukan secara benar yang dapat dilakukan selama 60 detik," kata Brand Manager Under Armour Indonesia, Agham Rinaldi.

Agham menjelaskan, kompetisi Test of Will mencakup tiga kategori usia, yaitu 18-34 tahun, 35-44 tahun dan 45 tahun ke atas. Menurutnya, tiga atlet putra dan putri dari setiap kategori yang mendapat nilai tertinggi akan jadi finalis. Selanjutnya, juara kompetisi masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah senilai Rp 12 juta.

"Acara ini diadakan untuk menunjukkan tantangan pelatihan fungsional yang intens untuk semua orang, tidak hanya yang sudah terlatih, tapi juga kalangan yang baru saja memulai latihan," tutur Agham.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)