• KANAL BERITA

Tiga Pesilat Jateng Juara Dunia

Kejuaraan Yunior Dunia di Thailand

BERGEMBIRA: Para pesilat peraih medali emas dan ofisial Jateng yang memperkuat tim Indonesia bergembira usai mengikuti kejuaraan yunior pencak silat dunia di Songkla, Thailand, pekan lalu.  (suaramerdeka.com / dok)
BERGEMBIRA: Para pesilat peraih medali emas dan ofisial Jateng yang memperkuat tim Indonesia bergembira usai mengikuti kejuaraan yunior pencak silat dunia di Songkla, Thailand, pekan lalu. (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Tiga pesilat Jateng menjadi juara dunia yunior 2018. Gelar tersebut digenggam pada kejuaraan pencak silat yunior yang diikuti 30 negara di Songkla, Thailand, 23-29 April lalu.

Ketiga atlet Jateng itu adalah Khoirudin Mustaqin yang jadi kampiun di arena pertarungan kelas C putra, serta dua pesilat putri Kurnia Fatma di kelas B dan Triana Ragil di kelas F. "Ketiganya memiliki kemampuan bagus dari sisi fisik dan teknik. Sejak awal kami memang memperhitungkan mereka dapat merebut gelar juara," kata manajer tim yunior Pencak Silat Indonesia, Indro Catur, Selasa (1/5).

Pria asal Solo itu menambahkan, total enam emas, empat perak dan empat perunggu direbut tim Merah Putih dari ajang internasional tersebut. Tiga gelar juara lain disabet Hidayat L dai Sulawesi Utara (kelas E putra), Yuliana dari Nusa Tenggara Barat (kelas A putri), serta duet Fadia Salsadila-Nadya Putri Larasati (seni ganda putri/Jabar).

Secara keseluruhan terdapat 11 pesilat yang diturunkan dalam kategori tanding dan enam lainnya di kategori seni atau TGR (tunggal-ganda-regu). Mereka didampingi empat pelatih, yakni Dian Kristianto, Mardiansyah, Cece dan Rosmayani.

Sebenarnya, Indonesia membidik tujuh medali emas. Namun satu target meleset. Menurut Catur, target yang tak terpenuhi pada kategori seni atau TGR. "Penjurian di TGR memang sangat subjektif. Lebih-lebih Indonesia tidak mengirim wasit/juri," ungkap lelaki yang kini juga pelatih PPLOP Pencak Silat Jateng tersebut.

Pegawai Dinas Dikporapar Jateng itu menjelaskan, raihan enam emas tim yunior Indonesia sama dengan Malaysia dan Singapura. Ketiganya berada di urutan kedua pengumpul medali emas terbanyak, setelah tuan rumah Thailand.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)