• KANAL BERITA

Indonesia Dipercaya Jadi Tuan Rumah Free Fire Championship Cup 2020

SERTIFIKAT KERJA SAMA: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menandatangani sertifikat kerja sama esport untuk negeri disaksikan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (kanan) dan Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh usai acara pengenalan Indonesia tuan rumah Free Fire Championship Cup 2020 di Jakarta, Senin (10/2). (suaramerdeka.com/ dok)
SERTIFIKAT KERJA SAMA: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menandatangani sertifikat kerja sama esport untuk negeri disaksikan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (kanan) dan Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh usai acara pengenalan Indonesia tuan rumah Free Fire Championship Cup 2020 di Jakarta, Senin (10/2). (suaramerdeka.com/ dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga elektronik atau esports skala internasional, Free Fire Championship Cup 2020 di Jakarta April mendatang. Terdapat 12 tim mancanegara yang akan bersaing di cabang Free Fire besutan Garena. Mereka berasal dari empat benua, yaitu Asia, Amerika, Eropa dan Afrika untuk memperebutkan hadiah total sebesar Rp 8,18 miliar.

Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh mengatakan, terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara Free Fire didapat melalui proses negosiasi dan bidding yang cukup panjang. Hal ini disebut cukup menggembirakan bagi ekosistem dan industri esport Tanah Air.

"Pertumbuhan esport di Indonesia sangat baik, karena itu kita terpilih sebagai penyelenggara kejuaraan Free Fire. Ini juga menunjukkan bahwa ekosistem esports di Tanah Air terus terbangun. Mulai dari komunitas hingga industri esports mampu memberi dampak positif terhadap ekonomi digital," ujar Hans saat memperkenalkan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Free Fire di Jakarta, Senin (10/2).

Turut hadir pada acara tersebut, yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dan Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto. Indonesia merupakan negara kedua di Asia yang dipercaya menjadi tuan rumah. Pada tahun lalu, kejuaraan serupa digelar di Bangkok, Thailand. Penonton online global, saat itu mencapai 8.480.000 orang.

Perbandingan

Menparekraf Wishnutama Kusubandio berharap Indonesia bisa menggelar kejuaraan yang lebih baik dibanding negara lain. Sebab, orang-orang mancanegara dipastikan akan membandingkan antara tuan rumah penyelenggara saat ini dengan sebelumnya.

"Pasti Indonesia akan dibandingkan dengan negara penyelenggara sebelumnya, apakah lebih baik, apakah penontonnya lebih banyak. Seperti saat opening Asian Games 2018, orang luar akan melihat perbandingannya. Karena itu, pesan saya agar kejuaraan ini bisa membuat orang merasa wow," kata Wishnutama.

Sesmenpora Gatot menambahkan, pemerintah akan mendukung segala bentuk kejuaraan olahraga di Indonesia yang skalanya internasional, seperti Free Fire. Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo agar kejuaraan level dunia diperbanyak untuk menyongsong pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

"Event ini akan memperkaya even kelas dunia di Indonesia. Selain ini nanti juga akan ada Piala Dunia U-20 tahun 2021, MotoGP Mandalika 2021 dan Piala Dunia Basket 2023. Jadi road to Olympic (Olimpiade 2032) harus diperbanyak," ungkap Gatot.

Di sisi lain, pihaknya juga akan disibukkan dengan rencana revisi Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) yang didalamnya tak menyebut satu pasal pun mengenai esports. Karena itulah, olahraga elektronik masih jadi perdebatan di kalangan masyarakat, apakah disebut olahraga atau game belaka.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)