• KANAL BERITA

Stadion Citarum Wajib Penuhi Ini Jika Ingin Lolos Sertifikasi

Penampakan terbaru Stadion Citarum Semarang dari lapangan rumput menjadi lapangan sintetis. (suaramerdeka.com/Jati Prihatnomo)
Penampakan terbaru Stadion Citarum Semarang dari lapangan rumput menjadi lapangan sintetis. (suaramerdeka.com/Jati Prihatnomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Uji kelayakan Stadion Citarum mulai dilakukan setelah sebelumnya dilakukan renovasi menjadi lapangan sepakbola dengan rumput sintetis, Rabu (22/1). Pengecekan rumput dilakukan oleh petugas yang dikirim FIFA ke stadion yang berada di kawasan Kota Semarang tersebut.

Yulies selaku kontraktor yang mengerjakan proyek perbaikan Stadion Citarum menerangkan ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikat FIFA Quality. Salah satunya meliputi interaksi bola dengan permukaan rumput sintetis.

“Ada tes vertical ball rebound atau bola melambung vertical. Ball Roll atau bola bergulir,” bebernya.

Kemudian interekasi permukaan rumput dengan pemain. Ada juga field dimension atau ukuran minimal dan maksimal. Kemudian yang terakhir yakni maintenance equipment atau perawatannya.

“Nantinya hasil sampel yang dilakukan atau diambil akan dibawa ke lab. Kurang lebih hasilnya dua mingguan baru keluar,” imbuhnya.

Sementara Plh Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, M Irwansyah mengatakan program sertifikasi itu diperlukan agar stadion Citarum bisa segera digunakan.

“Sertifikasi dilakukan hari ini, baik tes kualitas juga kelayakan rumput stadion Citarum, pengecekan dilakukan oleh tenaga ahli dari Tiongkok yang mempunyai Lisensi FIFA,” ujarnya.

Irwansyah menambahkan perbaikan Stadion Citarum sudah 100 persen. Perbaikan tersebut meliputi drainase, pematangan lahan lapangan, dan pemasangan rumput sintetis. 

Pengerjaannya sendiri menghabiskan dana Rp14,7 miliar diantaranya 12 miliar untuk rumput sintetis yang memiliki standar FIFA. Jikapun ada yang kurang nanti akan diberikan rekomendasi untuk penyempurnaan.

“Petugas yang memasang rumput kita datangkan dari luar negeri dan sudah memiliki sertifikasi. Kami optimis bisa lolos sertifikasi standar rumput sintetis ini,” tandasnya.

 


(Jati Prihatnomo/CN39/SM Network)