• KANAL BERITA

Hari Kedua, Pendaftar Calon Ketua KONI Salatiga Minim

Agus Purwanto. (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
Agus Purwanto. (suaramerdeka.com / Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Hingga hari kedua pada Selasa (14/1), pendaftaran calon ketua umum Komite Olahraga (KONI) Salatiga masih sepi peminat. Tak satu pun calon yang mengambil formulir pendaftaran di Posko Kantor KONI Ngebul Salatiga.

Plt Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto mengatakan, sebenarnya sudah ada dua orang yang berkonsultasi seputar pendaftaran ketua umum KONI ini. Namun kesemuanya belum mengambil formulir."Masih kami tunggu hingga 18 Januari bagi pendaftar yang ingin mengambil formulir pendaftaran," katanya.    

Ditambahkan dia, Musyawarah olahraga kota luar biasa (Musorkotlub) yang akan diselenggarakan akhir Februari ini hanya memilih ketua umum KONI Kota Salatiga antar waktu periode 2018-2022. Adapun komposisi kepengurusan yang sudah ada, tidak berubah.

"Musorkotlub diselenggarakan karena ketua KONI Salatiga pada periode 2018-2022 Dance Ishak Palit mengundurkan diri sejak Agustus tahun 2019.  Yang bersangkutan mundur karena dilantik menjadi anggota DPRD Salatiga. Dalam aturan, Ketua KONI tidak boleh merangkap sebagai pejabat publik," katanya.

Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan bakal calon Ketu Umum  KONI Kota Salatiga Amin Siahaan mengatakan, pihaknya perlu menghimbau kepada para  ketua cabang olahraga  mau pun Pengurus KONI Kota Salatiga agar menyisir figur pengurus yang memenuhi persyaratan. "Memang persyaratan Bakal calon Ketua umum  KONI sesuai Peratiran Organisasi  No 4/2018 membatasi keleluasaan menjaring figur," katanya.

Persyaratan calon ketua umum di antaranya tidak menduduki jabatan publik atau jabatan eselon struktural pemerintahan. Syarat lainnya,  di antaranya calon harus berdomisili di kota ini, pengurus KONI Salatiga dan pengurus cabang olahraga dari unsur ketua, sekretaris, dan bendahara.

Selain itu, tidak sedang menduduki jabatan publik atau eselon struktural pemerintahan. Juga mendapatkan rekomendasi dari 25 persen seluruh cabang olahraga atau 10 pengurus kota cabang olah raga. Juga tidak berstatus sebagai tersangka, dan banyak lagi persyaratan lain bisa dilihat di kantor KONI Salatiga.

Menurut Amin, ada 37 cabang olahraga yang berhak memberikan hak suaranya nanti. Sedangkan empat cabang olahraga seperti Perserosi (sepatu roda), IODI (Dansa), PSTI (sepak takraw), dan Perbasasi (bisbol) tidak berhak memberikan suara. Sebab mereka belum melakukan reorganisasi setelah masa kepengurusannya habis.


(Moch Kundori/CN26/SM Network)