• KANAL BERITA

Pimpinan Parpol Tak Boleh Nyalon Ketua KONI Salatiga

Pendaftaran Calon Ketua KONI 13-18 Januari

FORMULIR PENDAFTARAN : Plt Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto didampingi  tim penjaringan Amin Siahaan (kiri) dan Umbu Rauta menunjukkan formulir pendaftaran calon ketua umum KONI Salatiga di kantor KONI setempat, Jumat (10/1). (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
FORMULIR PENDAFTARAN : Plt Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto didampingi tim penjaringan Amin Siahaan (kiri) dan Umbu Rauta menunjukkan formulir pendaftaran calon ketua umum KONI Salatiga di kantor KONI setempat, Jumat (10/1). (suaramerdeka.com / Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Komite Olahraga (KONI) Salatiga membuka pendaftaran calon ketua umum KONI antar  waktu periode 2020-2014 mulia 10-18 Januari. Salah satu syarat menjadi ketua umum adalah tidak sedang aktif menjadi unsur pimpinan partai politik (Parpol). Plt Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto mengatakan, seleksi Ketua KONI Salatiga ini dilakukan tim penjaringan dan penyaringan yang dibentuk berdasarkan rapat anggota KONI Salatiga pada 23 Desember 2019.

Tim ini terdiri atas sembilan orang dari unsur pengurus KONI dan cabang olahraga. Tim diketuai Tedjo Supriyanto, Wakil Ketua Amin Siahaan, dan sekretaris Yenni E Manoppo. Adapun para anggota masing-masing, Umbu Rauta, Suroso Kuncoro,  Agus Supriyo, Agus Salim, Amir Hafilin, dan Fatkhur Rohman.

"Musyawarah olahraga luar biasa (Musorkotlub) untuk memilih ketua KONI ini dijadwalkan pada  akhir Februari. Musorkotlub ini hanya akan memilih ketua umum baru sedangkan pengurus lain tidak berubah. Musorkotlub dilakukan karena ketua KONI periode 2018-2022 Dance Ishak Palit mundur karena dilantik  menjadi anggota DPRD sejak Agustus 2019," kata Agus Purwanto didampingi Amin Siahaan dan Umbu Rauta saat memberi keterangan pers di Kantor KONI Jalan Veteran No 45 Salatiga, Jumat (10/1).

Amin Siahaan menambahkan, panitia memberi kesempatan seluas-luasnya kepada semua warga yang ingin menjadi calon ketua KONI Salatiga. Syaratnya di antaranya harus berdomisili di kota ini, pengurus KONI Salatiga dan pengurus cabang olahraga dari unsur ketua, sekretaris, dan bendahara. "Selain itu, tidak sedang menduduki jabatan publik atau eselon struktural pemerintahan. Juga mendapatkan rekomendasi dari 25 persen seluruh cabang olahraga atau 10 pengurus kota cabang olah raga," ucapnya.

Menurut Amin, ada 37 cabang olahraga yang berhak memberikan hak suaranya nanti. Sedangkan empat cabang olahraga seperti Perserosi (sepatu roda), IODI (Dansa), PSTI (sepak takraw), dan Perbasasi (bisbol) tidak berhak memberikan suara. Sebab mereka belum melakukan reorganisasi setelah masa kepengurusannya habis.   

Umbu Rauta juga menambahkan, calon ketua KONI tidak sedang menjadi unsur pimpinan partai politik. Tentang unsur pimpinan ini, akan diteliti aturan atau anggaran dasar setiap partai politik. "Sebab, yang dimaksud unsur pimpinan itu antara satu partai dengan partai lain berbeda. Jabatan apa saja yang dimaksud pimpinan partai politik, nanti kami lihat satu persatu partai yang bersangkutan, jika ada pengurus partai mendaftar," tandasnya.

Ditambahkan dia, tahapan penjaringan dan penyaringan calon ketua umum KONI yaitu, pengambilan formulir (13-18 Januari), pengembalian formulir (17-24 Januari), verifikasi berkas (23-28 Januari), dan pemberitahuan ulang (27-30 Januari).  Selanjutnya, pemenuhan kelengkapan berkas (30 Januari-4 Februari), sosialisasi atau pengumuman (6-7 Februari), pemberkasan data (8-10 Februari), dan laporan hasil (10-14 Februari).  Pendaftaran dilakukan di kantor KONI Salatiga


(Moch Kundori/CN26/SM Network)