• KANAL BERITA

Doni Tata Naik Podium Bersama Rider Asing

PERINGKAT KELIMA: Pebalap motor Yogyakarta, Doni Tata Pradita (kanan) meraih peringkat kelima dalam kelas FFA 450 Internasional Seri Ke-5 TGAIC 2019 dan menjadi satu-satunya rider nasional yang naik podium bersama empat pebalap asing di Sirkuit Boyolali. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
PERINGKAT KELIMA: Pebalap motor Yogyakarta, Doni Tata Pradita (kanan) meraih peringkat kelima dalam kelas FFA 450 Internasional Seri Ke-5 TGAIC 2019 dan menjadi satu-satunya rider nasional yang naik podium bersama empat pebalap asing di Sirkuit Boyolali. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Doni Tata Pradita menjadi pebalap nasional satu-satunya yang berhasil naik podium di kelas FFA 450 Internasional Trial Game Asphalt International Championship (TGAIC) 2019, di Sirkuit Boyolali, Senin (15/12) dini hari. Di kelas khusus yang diselenggarakan di Seri Kelima ini, Doni berada di posisi kelima.
Dia berada di bawah rider Inggris, Lewis Cornish (peringkat ketiga) serta trio pebalap Prancis, Germain Vincenot (juara), Sylvain Bidart (runner-up), dan Maxim Lacour (peringkat keempat).

Dalam balapan bersama 12 rider ini, Doni awalnya memulai start dari posisi delapan. Setelah melalui 15 putaran, dia bisa menembus posisi kelima. Saingan terberatnya sesama pebalap nasional yakni  Tommy Salim harus menghentikan laga di putaran awal karena masalah di motornya. Namun Doni tetap berjuang karena harus bersaing dengan pebalap nasional lainnya di setengah sampai akhir perlombaan.

'' Race ini cukup berat, saya harus bekerja keras dari start posisi delapan dan akhirnya mampu finis di posisi lima di FFA 450 International. Selama balapan saya sempat merasakan persoalan suspensi yang membuat motor tidak bisa melaju cepat' kata Doni.

Dia juga kesulitan membalap rider lain karena lintasan yang tidak lebar dengan kapasitas motor 450 cc. Meskipun dia bisa melewati lawan dengan kondisi agak berbahaya di beberapa kesempatan. Namun semua berjalan aman dan tidak terjadi insiden. ''Di lap terakhir saya bisa  overtaking  Ivan Hari (Solo). Itu  gambling  dan sedikit berbahaya, tapi  Alhamdulillah  aman,'' akunya.

Sementara itu di kelas utama FFA 250, Doni Tata harus merelakan gelarnya musim lalu direbut Farudila Adam (Malang). Perjuangan Farudila juga  terbilang tidak mudah. Sebab di  race  pertama seri kelima, dia berada di posisi kedua kalah dari Tommy Salim. Sehingga hanya meraih poin 22. Padahal, total poin yang dikumpulkannya hingga seri keempat hanya selisih tiga poin dengan rivalnya itu. Sehingga seri kelima di Boyolali menjadi ajang pertaruhan bagi kedua pebalap ini untuk keluar sebagai juara umum.

Namun kerja keras Farudilla berbuah manis di race kedua. Ia berhasil memetik poin penuh dengan finish di urutan pertama. Sedangkan lawannya, Tommy harus puas di posisi empat. Sehingga Farudilla membukukan total poin 231 dan menjadi juara umum dari lima seri TGAIC 2019 ini.

''Saya akui seri kelima ini sangat membuat deg-degan dan seru. Apalagi di  race  pertama saya tertinggal dari Tommy. Sebab  racing line  saya sedikit terbuka, sehingga dimasuki oleh Tommy. Namun saya berusaha memperbaiki performa dengan langsung tancap gas dan menjaga racing line di race kedua. Dan Alhamdulillah juara,'' katanya.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)