• KANAL BERITA

Pebalap Prancis Dapat Pengalaman Baru

TGAIC 2019

MEET AND GREET: Tiga pebalap motor asal Prancis, Sylvain Bidart, Maxime Lacour, dan Germain Vincenot melakukan <I>meet and greet<P> di sela-sela perlombaan Trial Game Asphalt International Championship (TGAIC) 2019 di Sirkuit Boyolali. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
MEET AND GREET: Tiga pebalap motor asal Prancis, Sylvain Bidart, Maxime Lacour, dan Germain Vincenot melakukan <I>meet and greet<P> di sela-sela perlombaan Trial Game Asphalt International Championship (TGAIC) 2019 di Sirkuit Boyolali. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Tiga pebalap motor asal Prancis yang mengikuti Trial Game Asphalt International Championship (TGAIC) 2019 di Sirkuit Boyolali, mengaku mendapat banyak pengalaman baru di karir balap mereka. Karakter sirkuit di Indonesia disebut memiliki banyak perbedaan dibanding lintasan yang pernah mereka lahap di beberapa negara di Eropa.

Seperti yang dikatakan Sylvain Bidart dalam sesi  meet and greet  di sela-sela perlombaan, Sabtu (14/12). Perbedaan yang dia rasakan yakni lintasan yang semuanya aspal dan tidak ada area lintasan tanah seperti di negara asalnya. ''Sirkuit di sini sangat berbeda sekali dengan di Prancis. Di Eropa tidak hanya aspal tapi ada  dirt-nya. Namun hal ini tantangan dan saya dituntut untuk lebih mengenal karakter lintasan. Sangat tidak mudah tapi tidak apa-apa karena ini sebuah pengalaman baru,'' kata Sylvain.

Dia juga mengaku kali pertama datang di negara Asia. Dia merasa ini pengalaman berharga yang akam dia ceritakan ke anak-anaknya. ''Tidak sekadar balapan. Di sini kami juga berlibur. Soal balapan, rider di sini cukup cepat dan baik. Saya di urutan ketiga dalam kualifikasi,'' lanjutnya.

Berlomba tanpa menggunkan kendaraannya sendiri juga jadi tantangan. Dia harus menyesuaikam setelan karena motor baru, dia harus membiasakan diri. ''Namun sangat disayangkan sekali, kondisi perlombaan ini hujan. Persiapan yang sudah saya lakukan jadi nol besar,'' tandasnya.

Sementara itu, Maxime Lacour tertantang untuk bangkit setelah tercecer di posisi kedelapan dalam kualifikasi. Dia mengalami masalah mekanikal dan suspensi. ''Namun kenapa tidak saya harus berjuang di perlombaan. Ini kesempatan yang baru apalagi blm pernah ke Indonesia dan ini adalah  passion  saya dan  saya salalu ingin adu balap dengan rider Indonesia,'' kata pria yang juga klai pertama berlomba di Asia ini.

Adapun bagi Germain Vincenot ini kali kedua dia tampil TGAIC. Sebelumnya dia pernah tampil di Malang dalam agenda yang sama tahun lalu. ''Kurang lebih persaingam tahun ini sama  bagi saya. Namun saya ingin selalu  melihat dan berkompetiai dalam persiangan di Asia terutama di TGA IC. Persaingannya di sini sangat supportif,'' kata Germain.

Dia menyebut Farudila Adam dan Tommy Salim merupakan pebalap Indonesia yang sangat cepat. Namun untuk persaingan dia menganggap Sylvain yang terberat. ''Jauh lebih baik dalam segi penyelenggaraan tahun ini, lebih maksimal . Terima kasih Gerry Salim sudah meminjamkan motornya bagi saya untuk bertanding,'' ungkapnya.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)